LARANGAN MELAKNAT SESEORANG WALAUPUN DIA SEORANG KAFIR

LARANGAN MELAKNAT SESEORANG WALAUPUN DIA SEORANG KAFIR post thumbnail image

Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin رحمه الله

Makna Laknat:

Terhalangi dan dijauhkan dari rahmat Allah.

Maka jika engkau berkata ” Yaa Allah laknatlah si Fulan” maka maknanya engkau memaksudkan bahwa Allah menjauhkannya dan menghalanginya dari rahmat Allah, wal’iyàdzu billah.

Oleh karena itu, melaknat seseorang individu secara tertentu termasuk Dosa Besar (lihat pula Syarh Kitab Al Kabair hlm. 257,-red)

Yang maknanya tidak boleh melaknat seseorang walaupun orang kafir dalam keadaan dia masih hidup !!.

Karena Ar-Rasul ‏ ﷺtatkala melakukannya beliau berkata ;

“Yaa Allah laknatlah si Fulan, Yaa Allah Laknatilah si Fulan, disebutkan nama nama mereka”

Maka Allah Subhana wa Ta’ala berfirman kepada beliau :

لَيْسَ لَكَ مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ أَوْ يُعَذِّبَهُمْ فَإِنَّهُمْ ظَالِمُونَ

“Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu apakah Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang dhalim.” Surah Ali ‘Imran (128).

dan juga Rasulullah ﷺ bersabda :

“لا يكون اللعانون شفعاء ولا شهداء يوم القيامة”

“Orang-orang yang suka melaknat itu tidak akan dapat menjadi syuhada’ (orang-orang yang menjadi saksi) dan tidak pula dapat memberi syafa’at pada hari kiamat kelak.” dikeluarkan oleh Al Imam Muslim.

dan Rasul ﷺ bersabda :

“Melaknat seorang mukmin bagaikan membunuhnya” dikeluarkan oleh Al Bukhari.

Sumber: https://salafymakassar.net/tidak-boleh-melaknat-seseorang-walaupun-seorang-kafir/

Postingan Terkait