Kebetulan?

Kebetulan? post thumbnail image

Pertanyaan ke-252:
Bolehkah saya mengatakan: “Saya bertemu dengan si Fulan secara kebetulan” dan semisalnya, atau “takdir menginginkan saya untuk pergi ke tempat ini” dan semisalnya?

Jawaban ke-252:
Sebaiknya dia mengatakan: “Allah menghendaki saya pergi ke tempat ini dan itu.”

Meskipun jika dia mengatakan “karena kebetulan” tetapi tidak meyakini bahwa itu memiliki pengaruh terhadap suatu kejadian, maka itu termasuk kata-kata yang biasa diucapkan oleh orang-orang dan tidak mencapai tingkatan haram.

Namun yang lebih baik adalah dia mengatakan: “Dengan kehendak dan kuasa Allah, saya bertemu dengan si Fulan” dan menyandarkan kejadian tersebut kepada Allah _’Azza wa Jalla.

Sumber : Ijabatus Sail, karya Syaikh Muqbil rahimahullah.

=========================

س ٢٥٢ :
هل يجوز أن أقول: لقيت فلاناً صدفة أو نحو ذلك، أو شاءت الأقدار أن أذهب إلى مكان كذا ونحوه؟.

ج ٢٥٢ :
يقول : ”شاء الله أن أذهب إلى مكان كذا وكذا“،
ولو قال صدفة وهو لا يعتقد أن للصدفة تأثيراً ولا أن لها أثراً في هذا، فهو من الكلام الجاري على ألسنة الناس لا يبلغ حد التحريم.
ولكن الأولى أن يقول:
”بمشيئة الله وقدرته لقيت فلانا“ ويسند الفعل إلى الله عز وجل.

#akidah #fatawa #kebetulan

#takdir #syaikhmuqbil #ijabatussail

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🌐 Publikasi:
https://salafymagelang.com
Kanal Dakwah dan Informasi Salafy Magelang & Sekitarnya

📲 Media Informasi lain, klik:
https://s.id/salafymagelang

Postingan Terkait

Tanya Jawab: Hukum Seorang Wanita Membuka Dada, Kedua Tangan sampai Persendian Bahu, dan Punggung dengan Tujuan BerhiasTanya Jawab: Hukum Seorang Wanita Membuka Dada, Kedua Tangan sampai Persendian Bahu, dan Punggung dengan Tujuan Berhias

Pertanyaan: Apa hukum membuka dada, kedua tangan sampai persendian bahu, dan punggung semata-mata untuk berhias, bukan karena taklid (ikut-ikutan)? Sebagaimana diketahui, ada yang berpendapat bahwa aurat wanita di hadapan wanita