Salafy Magelang FATAWA,Fikih Hidangan Di Hari Berkabung, Boleh?

Hidangan Di Hari Berkabung, Boleh?

Hidangan Di Hari Berkabung, Boleh? post thumbnail image

Pertanyaan 174:

Orang-orang menyembelih ketika seseorang meninggal, apakah ini perkara sunnah atau tidak? dan mereka membagikanya kepada tetangga dan saudara?

Jawaban 174:

Kalau atas nama sedekah, maka tidak mengapa Insya Allah.

Namun jika dengan keyakinan atau menjadi kebanggaan kesukuan barangsiapa yang tidak menyembelih menjadi hina dipandangan manusia atau dengan keyakinan bahwa orang yang meninggal itu bisa memberi manfaat dan menimpakan kejelekan maka ini tidak boleh.

Adapun jika dalam rangka sedekah maka hal itu boleh Insya Allah, demikian juga jika itu ditujukan untuk menjamu tamu maka tidak mengapa.

Dan hadits: “Buatlah makanan untuk keluarga Ja’far karena telah datang kepada mereka sesuatu yang menyibukkan” riwayatnya lemah dan tidak terbukti -keabsahannya-.

Rujukan Kitab : Ijabatu as-Saail, hal 350

°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°

*س ١٧٤:*

الذين يذبحون على الميت عندما يموت، فهل هذا سنة أم لا، ويفرقونها للجيران والأقارب ؟

*الإجابة:*

إن كان باسم صدقة فلا بأس بهذا إن شاء الله ،

وإذا كان عن عقيدة أنها أصبحت تفاخراً قبلياً الذي لا يذبح يسقط من أعين الناس أو عن عقيدة أن هذا الميت ينفع ويضر فهذا لا يجوز . *أما إذا كانت صدقة فهذا جائز إن شاء الله، وهكذا أيضاً إذا كانت ضيافة لقادمين فلا بأس بهذا .

وحديث :«اصنعوا لآل جعفر طعاماً فقد أتاهم ما يشغلهم»، *ضعيف لا يثبت.*

راجع كتاب : ( إجابة السائل ص 35)

#fikih #fatawa #hidangan #berkabung#sedekah #meninggal#ijabatussail #syaikhmuqbil


▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🌐 Publikasi:
https://salafymagelang.com
Kanal Dakwah dan Informasi Salafy Magelang & Sekitarnya

📲 Media Informasi lain, klik:
https://s.id/salafymagelang

Postingan Terkait

BOLEHKAH MENGUCAPKAN KATA “ALMARHUM” UNTUK ORANG YANG TELAH MENINGGAL DUNIABOLEHKAH MENGUCAPKAN KATA “ALMARHUM” UNTUK ORANG YANG TELAH MENINGGAL DUNIA

BOLEHKAH MENGUCAPKAN KATA “ALMARHUM” UNTUK ORANG YANG TELAH MENINGGAL DUNIA? Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah Pertanyaan: Apakah dibenarkan mengucapkan kata “almarhum” bagi orang-orang yang telah meninggal, misalnya dengan kita