Salafy Magelang FATAWA HUKUM MENCUMBU ISTRI DI BULAN RAMADAN

HUKUM MENCUMBU ISTRI DI BULAN RAMADAN

HUKUM MENCUMBU ISTRI DI BULAN RAMADAN post thumbnail image

📮 Soal ke 100:

Seorang laki-laki mencumbu istrinya di siang hari pada bulan Ramadan sehingga mengeluarkan mani, dan dia tidak mengetahui apakah itu haram atau tidak?

💬 Jawaban ke 100:

👉 Jika dia mencumbu istrinya karena menunaikan syahwatnya dengan mengeluarkan mani di luar kemaluan (istri) maka ini teranggap berdosa, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda meriwayatkan dari Rabb-nya, “Dia -seorang yang berpuasa- meninggalkan makan, minum dan syahwatnya karena Aku.”

👉 Jika dia mencumbu istrinya karena jahil/tidak tahu maka wajib bertaubat kepada Allah jika dia telah mengetahuinya.

👉 Jika dia mencumbu istrinya dalam keadaan dia tahu bahwa ini boleh (mencumbunya) dan tidak haram kecuali jimak, kemudian keluar mani dan tidak bermaksud mengeluarkannya maka tidak ada dosa/kewajiban baginya.

📝 Dan pada setiap keadaan dari seluruh keadaan tersebut, maka tidak wajib membayar kaffarah jimak. Ini adalah pendapat Abu Muhammad bin Hazm -rahimahullahu ta’ala- dan inilah pendapat yang shahih (benar).

📚 Sumber: Ijabatus Sail, Syaikh Muqbil Al Wadi’i

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️

س ١٠٠ : رجل لاعب امرته في نهار رمضان فأمنى و هو لا يعلم أ ذلك حرام أم غير حرام؟
ج ١٠٠ :
~ إن كان لاعب امرته من أجل أن يقضي شهوته بالاستمناء خارج الفرج فهو يعتبر آثما لأن رسول الله – صلى الله عليه وسلم – يقول فيما يروي عن ربه : (( يدع طعامه و شرابه و شهوته من أجلي))
~ وإن كان لاعب امرته جاهلا فعليه أن يتوب إلى الله إذا علم ذلك ،
~ و إن كان لاعب امرته وهو عالم بأن هذا أي الملاعبة يجوز له أن يباشرها و ليس محرم عليه إلا الجماع ثم أمنى و هو لا يقصد الإنماء فلا شيء عليه،
√ و على كل فلا تلزمه كفارة الجماع على جميع الأحوال و هذا قول أبي محمد بن حزم رحمه الله تعالى و هو الصحيح.
[إجابة السائل]

#fatwa #hukum #cumbu #istri #ramadan

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🌐 Kunjungi:
https://salafymagelang.com
Kanal Dakwah dan Informasi Salafy Magelang & Sekitarnya

📲 Media Informasi lain, klik:
https://s.id/salafymagelang

Postingan Terkait

BOLEHKAH MENGUCAPKAN KATA “ALMARHUM” UNTUK ORANG YANG TELAH MENINGGAL DUNIABOLEHKAH MENGUCAPKAN KATA “ALMARHUM” UNTUK ORANG YANG TELAH MENINGGAL DUNIA

BOLEHKAH MENGUCAPKAN KATA “ALMARHUM” UNTUK ORANG YANG TELAH MENINGGAL DUNIA? Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah Pertanyaan: Apakah dibenarkan mengucapkan kata “almarhum” bagi orang-orang yang telah meninggal, misalnya dengan kita