Keutamaan Menuntut Ilmu Syar'i di Zaman Fitnah
Menuntut ilmu agama adalah kewajiban bagi setiap muslim. Di zaman fitnah, ilmu syar'i menjadi benteng utama pelindung akidah.
Menyajikan artikel pembahasan bimbingan Islam, poster faedah harian, serta streaming audio kajian sunnah.
Menuntut ilmu agama adalah kewajiban bagi setiap muslim. Di zaman fitnah, ilmu syar'i menjadi benteng utama pelindung akidah.
nFatwa Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah Ta’ala.nnnnSyaikh ditanya tentang tata cara shalat ‘Id.nnnnBeliau menjawab: tata cara shalat ‘Idul Fitri dan Idul Adha yaitu imam datang dan mengimami manusia dengan shalat dua raka’at.djtzsfrwnnnnnBertakbir pertama kali dengan takbiratul ihram kemudian bertakbir setelahnya dengan enam kali takbir.nnnnKemudian membaca al-Fatihah dan membaca surat Qaf pada raka’at pertama.nnnnDan pada raka’at kedua bangkit dengan bertakbir. Apabila telah sempurna berdiri imam bertakbir lima kali, lalu membaca al-Fatihah dan surat al-Qamar.nnnnNabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca dua surat ini pada shalat ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adhha.nnnnDan jika dia mau, pada raka’at pertama membaca surat al-A’la dan pada raka’at kedua membaca surat al-Ghasyiyah.nnnnKetahuilah bahwa pada shalat Jum’at dan dua shalat ‘Id ada persamaan yaitu pada dua surat yang dibaca, dan ada perbedaan pada dua surat yang lain.Adapun dua surat yang sama yaitu surat al-A’la dan surat al-Ghasyiah.Dan dua surat yang berbeda yaitu pada dua shalat ‘Id membaca surat Qaf dan al-Qamar, sedangkan pada shalat Jum’at membaca surat al-Jumu’ah dan surat al-Munafiqun.nnnnHendaknya imam menghidupkan sunnah dengan surat-surat tersebut agar diketahui oleh kaum muslimin dan agar mereka tidak mengingkarinya ketika dilakukan.nnnnSetelah shalat selesai, imam berkhutbah. Hendaknya pada khutbahnya mengkhususkan nasehat yang diarahkan khusus bagi kaum wanita, memerintahkan kepada mereka apa yang seharusnya mereka lakukan, dan melarang mereka dari perkara-perkara yang seharusnya mereka jauhi. Sebagaimana hal ini telah diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.nnnn====nnnnفتوى الشيخ محمد بن صالح العثيمين رحمه الله تعالىnnnnسئل فضيلة الشيخ ـ رحمه الله تعالى ـ: عن كيفية صلاة العيدين؟nnnnفأجاب فضيلته بقوله: كيفية صلاة العيدين أن يحضر الإمام ويؤم الناس بركعتين، يكبر في الأولى تكبيرة الإحرام ثم يكبر بعدها ست تكبيرات، ثم يقرأ الفاتحة، ويقرأ سورة «ق» في الركعة الأولى، وفي الركعة الثانية يقوم مكبراً، فإذا انتهى في القيام يكبر خمس تكبيرات، ويقرأ سورة الفاتحة، ثم سورة «اقتربت الساعة وانشق القمر» فهاتان السورتان كان النبي صلى الله عليه وسلم يقرأ بهما في العيدين، وإن شاء قرأ في الأولى بسبح وفي الثانية بـ «هل أتاك حديث الغاشية».nnnnواعلم أن الجمعة والعيدين يشتركان في سورتين، ويفترقان في سورتين، فأما السورتان اللتان يشتركان فيها فهما: سبح، والغاشية، والسورتان اللتان يفترقان فيها فهما في العيدين «ق» و «اقتربت»، وفي الجمعة «الجمعة» و «المنافقون» وينبغي للإمام إحياء السنة بقراءة هذه السور حتى يعرفها المسلمون ولا يستنكروها إذا وقعت، وبعد هذا يخطب الخطبة، وينبغي أن يخص شيئاً من الخطبة يوجهه إلى النساء يأمرهن بما ينبغي أن يقمن به، وينهاهن عن ما ينبغي أن يتجنبنه، كما فعل النبي صلى الله عليه وسلم.nnnnhttps://al-maktaba.org/book/31621/57549#p11nnnn#fatawa #shalatied #idulfitrinnnn#iduladha #syaikhibnuutsaiminnnnn▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️🌐 Kunjungi:https://salafymagelang.comKanal Dakwah dan Informasi Salafy Magelang & Sekitarnyannnn📲 Media Informasi lain, klik:https://s.id/salafymagelangn
nAsy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin Rahimahullah Ta’alannnnPERTANYAAN:Apa nasehat anda bagi seorang yang menghabiskan siangnya di bulan Ramadhan hanya untuk tidur dan jarang beribadah? Kami berharap Anda memberikan nasehat bagi mereka yang melakukan hal tersebut, jazakumullahu khaira.nnnnJAWABAN:Saya bimbingkan kepada saudara-saudaraku seluruhnya, dan yang paling pertama untuk diri saya sendiri: agar memanfaatkan semaksimal mungkin bulan yang penuh berkah -Aku memohon agar Allah menyampaikan saya dan kalian kepada bulan Ramadhan- untuk berpuasa, shalat malam dengan penuh keimanan dan mengharap pahala.nnnnDemikian pula hendaknya kita memanfaatkan semaksimal mungkin untuk melaksanakan amalan-amalan shalih berupa dzikir, membaca al-Qur’an, shalat, sedekah, berbakti kepada kedua orang tua, menyambung tali silaturahmi, akhlaq yang baik, karena boleh jadi itu adalah bulan yang tidak akan pernah kembali lagi bagi seseorang.nnnnAdapun seorang yang begadang di malam hari, tidur di siang hari maka mereka adalah manusia yang paling merugi. Karena mereka menelantarkan malam tanpa ada faedah sedikitpun, bahkan mereka berada di dalam kerusakan. Mereka menelantarkan siang dengan banyak tidur, tidak jarang mereka tertidur sampaipun pada shalat Zhuhur dan shalat Ashar.nnnnMaka nasehatku untuk saudara-saudaku kaum muslimin agar mereka bertakwa kepada Allah Azza wa Jalla, dan memanfaatkan sebaik mungkin kesempatan pada musim ibadah ini. Karena demi Allah perkaranya lebih besar dibandingkan sekedar musim dalam jual beli, wajib untuk kita semua bersemangat dalam beribadah di bulan Ramadhan.nnnn==========nnnnالسؤال:nnnnبم تنصحون من يقضي أكثر نهار رمضان بالنوم وقلة الذكر؟ نرجو توجيه هؤلاء إلى الفعل الصحيح وجزاك الله خيراً؟nnnnالجواب:nnnnأوجه إخواني جميعاً وأول ما أبدأ به نفسي: أن نستغل هذا الشهر المبارك أسأل الله أن يبلغنا وإياكم صيامه وقيامه إيماناً واحتساباً، أن نستغله بالأعمال الصالحة من ذكر، وقراءة قرآن، وصلاة، وصدقة، وبر والدين، وصلة أرحام، وخلق حسن؛ لأنه شهر قد لا يعود على الإنسان مرة ثانية.nnnnوأما الذين يسهرون في الليل وينامون في النهار فهم من أخسر الناس؛ لأنهم أضاعوا الليل فيما لا فائدة فيه، بل وربما في مضرة، وأضاعوا النهار أيضاً بكثرة النوم، وربما ينامون حتى عن صلاة الظه،ر وصلاة العصر.nnnnفنصيحتي لإخواني المسلمين: أن يتقوا الله عز وجل، وأن يغتنموا فرص المواسم، فإنها والله أبلغ من مواسم البيع والشراء في وجوب الحرص عليها.nnnnhttps://binothaimeen.net/content/1597nnnn#nasehat #fatawa #ramadhannnnn#syaikhibnuutsaiminnnnn▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️🌐 Publikasi:https://salafymagelang.comKanal Dakwah dan Informasi Salafy Magelang & Sekitarnyannnn📲 Media Informasi lain, klik:https://s.id/salafymagelangn
nPERTANYAAN:Semoga Allah memberikan balasan yang terbaik untuk kita dan kaum muslimin wahai Syaikh. Ada yang bertanya:nnnnDi mana letak mengangkat kedua tangan ketika takbiratul ihram? Ada orang yang mengangkat hanya sampai dada saja. Ada orang yang mengangkat hanya di bawah dada. Apa yang benar dalam gerakan takbir, mohon bimbingannya, jazakumullahu khaira.nnnnJAWABAN:Syaikh menjawab. "Mengangkat kedua tangan pada shalat ada empat posisi;nnnnnPosisi pertama: ketika takbiratul ihramnnnnPosisi kedua: ketika ruku’nnnnPosisi ketiga: ketika bangkit dari ruku’nnnnPosisi keempat: ketika bangkit dari tasyahhud yang pertama.nnnnnMengangkat kedua tangan berhenti sampai batas:nnnnnUjung atas kedua telinga,nnnnUjung bawah kedua telinga ataunnnnSampai kedua bahu.nnnnnIni yang menjadi sunnah, yaitu boleh jadi engkau mengangkat kedua tanganmu sampai ujung atas kedua telinga, atau ujung bawah kedua telinga atau kedua bahu.nnnnAdapun engkau mengangkat hanya sampai dada saja dan tidak sampai kedua bahu maka ini gerakan yang salah. Dan secara kenyataan itu perbuatan bermain-main dan seseorang tidak diberikan pahala padanya.nnnnKarena dia tidak melaksanakan sunnah dan dia tidak melakukan gerakan shalat dengan tenang, itu adalah gerakan yang tidak disyariatkan sama sekali, bahkan itu termasuk gerakan bermain-main.nnnnOleh karena itu kita katakan kepada saudara-saudaraku yang semangat dalam melaksanakan sunnah hendaknya mereka mengangkat tangan-tangan mereka minimalnya setinggi bahu, atau sampai ujung atas kedua telinga, atau ujung bawah kedua telinga.nnnnDan yang terbaik, melakukan terkadang ini dan terkadang itu sehingga dia menghidupkan sunnah dengan bentuk-bentuk yang ada.nnnnSyaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullahu Ta'alannnn========nnnnالسؤال :جزاكم الله عنا وعن المسلمين خير الجزاء يا شيخ محمد. السائل يقول: ما موضوع رفع الأيدي في تكبيرة الإحرام، هناك من يرفع يديه إلى صدره، ومنهم إلى أسفل الصدر، ما الصحيح في ذلك مع التوجيه؟ جزاكم الله خيراً.nnnnالجواب: الشيخ: رفع اليدين في الصلاة يكون في أربعة مواضع؛ الموضع الأول عند تكبيرة الإحرام، والموضع الثاني عند الركوع، والموضع الثالث عند الرفع من الركوع، والموضع الرابع عند القيام من التشهد الأول، وينتهي الرفع إلى فروع الأذنين أو إلى شحمة الأذنين أو المنكبين، هذه السنة، يعني إما أن ترفع يديك إلى فروع الأذنين أو إلى شحمة الأذنين أو إلى المنكبين.nnnnوأما رفعها إلى الصدر لا تبلغ المنكبين فهذا خطأ، هذا في الحقيقة عبث لا يثاب عليه الإنسان؛ لأنه لم يأت بالسنة ولم يأت بالسكون، فهو تحرك حركة غير مشروعة، فيكون ذلك من العبث في الصلاة، لذلك نقول للإخوان الحريصين على السنة في رفع اليدين أن يرفعوا أيديهم إلى المناكب على الأقل أو إلى فروع الأذنين أو إلى شحمة الأذنين، والأحسن أن يفعل هذا مرة وهذا مرة حتى يحيي السنة على جميع وجوهها. نعم.nnnnhttps://binothaimeen.net/content/12043nnnn#fikih #fatawa #gerakantakbirnnnn#shalat #tangan #sunnahnnnn#syaikhibnuutsaiminnnnn▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️🌐 Publikasi:https://salafymagelang.comKanal Dakwah dan Informasi Salafy Magelang & Sekitarnyannnn📲 Media Informasi lain, klik:https://s.id/salafymagelangn
nSoal ke 369 :Penanya mengatakan bahwa saya mempunyai keinginan untuk mencari ilmu (syar'i), namun ayahku menghalangiku.nnnnBolehkah saya memaksiatinya/menentangnya dan tetap pergi mencari ilmu?nnnnMohon berikanlah faedah kepada kami, Insyaallah Anda termasuk orang-orang yang mendapat balasan/pahala.nnnnJawaban ke 369:Kamu mempunyai keinginan untuk mencari ilmu, tetapi ayahmu melarangmu.nnnnBoleh atau tidak bagimu untuk keluar mencari ilmu sementara ayahmu menghalangimu?nnnnJika ayahmu membutuhkanmu untuk mencari nafkah dan bekerja untuknya, sedangkan dia tidak mempunyai siapa-siapa selain Allah kemudian kamu, maka tidak boleh bagimu meninggalkan ayahmu.nnnnRasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : "Cukuplah bagi seseorang dikatakan berdosa tatkala dia menelantarkan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya."nnnnDan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata ketika ada seorang pria meminta izin untuk berjihad (berperang), "Apakah kedua orang tuamu masih hidup?"Dia menjawab: "Iya."Beliau bersabda : "Maka berjihadlah (berbakti) pada keduanya."nnnnAllah Ta'ala berfirman (artinya): "Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, maka Dia akan memberikan jalan keluar baginya."nnnnJika kamu bertakwa kepada Allah, semoga Allah menganugerahkan kepadamu seseorang yang akan mengajarimu atau kamu bisa membeli kaset-kaset yang berisi ilmu syar'i.nnnnSumber: Ijabatus Sail Syaikh Muqbil rahimahmullah.nnnn=======================nnnnس ٣٦٩: هذا سائل يقول لي رغبة في طلب العلم ووالدي يمنعني فهل يجوز لي أن أعصيه وأخرج لطلب العلم أفيدونا إن شاء الله أن تكونوا مأجورين ؟nnnnج ٢٦٩: لك رغبة في طلب العلم ووالدك يمنعك أيجوز لك أن تخرج إلى طلب العلم ووالدك يمنعك أم لا ؟ إن كان والدك يحتاج إلى أن تكتسب وأن تسعى عليه وليس له إلا الله سبحانه وتعالى ثم أنت فلا يجوز لك أن تترك والدك.nnnnوالنبي - صلى الله عليه وعلى آله وسلم - يقول كفى بالمرء إثماً أن يضيع من يقوته ويقول النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم - وقد استأذنه رجل في الجهاد.فقال له : وأحي والداك، قال نعم قال : ففيهما فجاهده.nnnnومن يتق الله يجعل له مخرجاً : إذا اتقيت الله لعل الله يسوق لك من يعلمك أو أن تشتري الأشرطة العلميةnnnn#fatawa #berbakti #orangtua #ayahnnnnsyaikhmuqbil #ijabatussailnnnn▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️🌐 Publikasi:https://salafymagelang.comKanal Dakwah dan Informasi Salafy Magelang & Sekitarnyannnn📲 Media Informasi lain, klik:https://s.id/salafymagelangn
nPertanyaan 174:nnnnOrang-orang menyembelih ketika seseorang meninggal, apakah ini perkara sunnah atau tidak? dan mereka membagikanya kepada tetangga dan saudara?nnnnJawaban 174:nnnnKalau atas nama sedekah, maka tidak mengapa Insya Allah.nnnnNamun jika dengan keyakinan atau menjadi kebanggaan kesukuan barangsiapa yang tidak menyembelih menjadi hina dipandangan manusia atau dengan keyakinan bahwa orang yang meninggal itu bisa memberi manfaat dan menimpakan kejelekan maka ini tidak boleh.nnnnAdapun jika dalam rangka sedekah maka hal itu boleh Insya Allah, demikian juga jika itu ditujukan untuk menjamu tamu maka tidak mengapa.nnnnDan hadits: "Buatlah makanan untuk keluarga Ja'far karena telah datang kepada mereka sesuatu yang menyibukkan" riwayatnya lemah dan tidak terbukti -keabsahannya-.nnnnRujukan Kitab : Ijabatu as-Saail, hal 350nnnn°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°nnnn*س ١٧٤:* nnnnالذين يذبحون على الميت عندما يموت، فهل هذا سنة أم لا، ويفرقونها للجيران والأقارب ؟nnnn*الإجابة:*nnnnإن كان باسم صدقة فلا بأس بهذا إن شاء الله ،nnnnوإذا كان عن عقيدة أنها أصبحت تفاخراً قبلياً الذي لا يذبح يسقط من أعين الناس أو عن عقيدة أن هذا الميت ينفع ويضر فهذا لا يجوز . *أما إذا كانت صدقة فهذا جائز إن شاء الله، وهكذا أيضاً إذا كانت ضيافة لقادمين فلا بأس بهذا .nnnnوحديث :«اصنعوا لآل جعفر طعاماً فقد أتاهم ما يشغلهم»، *ضعيف لا يثبت.*nnnnراجع كتاب : ( إجابة السائل ص 35)nnnn#fikih #fatawa #hidangan #berkabung#sedekah #meninggal#ijabatussail #syaikhmuqbil nnnnnnnn▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️🌐 Publikasi:https://salafymagelang.comKanal Dakwah dan Informasi Salafy Magelang & Sekitarnyannnn📲 Media Informasi lain, klik:https://s.id/salafymagelangn
nSyaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata,nnnnJangan Putus Asa.Jangan katakan, "Aku sudah berdoa, namun tidak aku dapati iman. Aku tidak mendapati khusyu. Aku tidak mendapati yakin."nnnnJangan putus asa.Ulangi permintaanmu kepada Allah. Karena sesungguhnya Allah cinta kepada orang terus menerus memanjatkan doa.nnnnBisa jadi Allah Azza wa Jalla mencegah untukmu pertama kali karena suatu mashlahat untukmu hingga Dia mengetahui (dalam kenyataan) kejujuranmu dalam meminta. Karena orang yang jujur dalam meminta, dia terus menerus meminta. Bila Allah mengetahui kejujuran niat darimu, maka Allah lebih dermawan daripada kamu.nnnnEngkau meminta kepada Allah, agar engkau kembali kepada-Nya dan benar-benar mengakui Dia adalah rabbmu. Maka Dia lebih dermawan daripada kamu.nnnnNamun jangan sertakan putus asa pada dirimu selamanya. Jangan pernah mengatakan, "Demi Allah aku telah berdoa. Namun aku tidak mendapati iman." Sebagaimana saat ini sekian banyak manusia mengeluhkan hal demikian.nnnnSekian banyak dari manusia menghubungi kami, "Aku tidak mendapati iman. Iman tidak masuk ke dalam kalbuku. Aku tidak mendapati kelezatan iman."nnnnKembalilah kepada Allah. Perbanyaklah dzikir. Perbanyaklah shalat. Perbanyaklah membaca al Quran. Perbanyaklah berbuat kebaikan.nnnnSumber: Syarah Al Kafiyah asy Syafiyah 4/462-463nnnnnnnn«لاتيأس، لا تقل :دعوت، ولم أجد إيمانًا، ولم أجد خشوعًا، ولم أجد يقينًا، لا تيأس، كرِّر سؤال الله، إن الله يحب الملحين في الدعاء . ربم يكون الله عز وجل قد منعك أول مرة لمصلحتك حتى يعلم عز وجل صدقك في الطَّلب، لأن الصادق في الطلب يُلحُّ، وإذا تأخر ألَحَّ، وإذا علم الله منك صدق النية فهو والله أكرم منك. أنت تسأله لتلجأ إليه وتعترف به ربًّا، فهو أكرم منك، لكن لا تُلحق نفسك اليأس أبدًا، لا تقل : أنا والله دعوتُ لكن ما وجدتُ الإيمان، كما يشكو بهذا كثير من الناس الآن. كثيرٌ من الناس يتصلون بنا : ما وجدتُّ الإيمان، ما باشر الإيمان قلبي، ما وجدتُ طعمه، اِلجأ إلى الله، وأكثِر من الذِّكر، أكثِر من الصلاة، أكثِر من قراءة القرآن، أكثِر من فعل الخير ».nnnnابن عثيمين - شرح الكافية الشافية (٤ / ٤٦٢ - ٤٦٣)nnnn▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️🌐 Publikasi:https://salafymagelang.comKanal Dakwah dan Informasi Salafy Magelang & Sekitarnyannnn📲 Media Informasi lain, klik:https://s.id/salafymagelangn
nSoal: Terkait Imam dalam shalat siapa yang lebih berhak, yang paling bagus bacaan dan tajwidnya atau yang paling banyak hafalannya?nnnnJawab: Secara asal tidak dibedakan antara paling bagus bacaannya atau tajwidnya atau paling banyak hafalannya, karena hafalan al-Qur'an secara syariat harus seperti ketika diturunkannya dan bacaan al-Quran seperti ketika diturunkannya menuntut untuk menjaga adab-adab bacaan sebagaimana yang disebutkan para ulama tajwid dalam kitab-kitab mereka.nnnnnOleh karena itu jika ada seseorang yang lebih banyak hafalannya tapi bacaannya tidak bagus maka hendaknya yang dijadikan imam seseorang yang lebih sedikit hafalannya tapi bacaannya bagus, karena bacaanya itulah yang dimaksudkan pada sabda Nabi ﷺ yang artinya: "Hendaknya yang mengimami suatu kaum adalah yang paling bagus bacaan Al-Qurannya".nnnnnSumber: al-Hawiy kumpulan fatwa Syaikh al-Albani rahimahullah.nnnn••••••••••••••••••••••nnnnس. الإمامة في الصلاة هل هي للأحسن تلاوة و تجويدا أم هي للأكثر حفظا؟nnnnج. الأصل لا يفصل بين الأحسن تلاوة أوتجويدا وبين الأحفظ لأن الحفظ شرعا ينبغي أن يكون كما أنزل وقرأة القرآن كما أنزل يتطلب المحافظة على آداب التلاوة التي ذكرها علماء التجويد في كتبهم ولذالك فإذا هناك رجل أحفظ لكن لا يحسن التلاوة فليقدم من كان أقل منه حفظا مع إحسانه للتلاوة، لأن تلاوته هذه هي المقصودة من مثل قوله عليه الصلاة و السلام : "يؤم القوم أقرؤهم لكتاب الله."nnnn#fikih #fatawa #imamshalat#alhawi #syaikhalalbani nnnn▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️🌐 Turut Publikasi:https://salafymagelang.comKanal Dakwah dan Informasi Salafy Magelang & Sekitarnyannnn📲 Media Informasi lain, klik:https://s.id/salafymagelangn
nDitulis: Oleh Al Ustadz Qomar ZA, Lc.nnnnAnda ikut merayakan tahun baru, mengikuti siapa?nnnnPerayaan tahun baru ternyata bukan sesuatu yang baru, bahkan ternyata itu adalah budaya yang sangat kuno, bebarapa umat melakukan. Perayaan itu, diantaranya adalah hari raya Nairuz, dalam kitab al Qomus. Nairuz adalah hari pertama dalam setahun, dan itu adalah awal tahun matahari.nnnnOrang-orang Madinah dahulu pernah merayakannya sebelum kedatangan Rasulullah. Bila diteliti ternyata ternyata itu adalah hari raya terbesarnya orang Persia bangsa Majusi para penyembah api, dikatakan dalam sebagian referensi bahwa pencetus pertamanya adalah salah satu raja-raja mereka yaitu yang bernama Jamsyad.nnnnKetika Nabi datang ke Madinah beliau mendapati mereka bersenang–senang merayakannya dengan berbagai permainan, Nabi berkata: ‘Apa dua hari ini’, mereka menjawab, ‘Kami biasa bermain-main padanya di masa jahiliyah’, maka Rasulullah bersabda:nnnnإِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الأَضْحَى وَيَوْمَ الْفِطْnnnn“Sesungguhnya Allah telah menggantikan untuk kalian dua hari itu dengan yang lebih baik dari keduanya yaitu hari raya Idul Adha dan Idul Fitri." Shahih, HR Abu Dawud disahihkan oleh asy syaikh al Albani]nnnnPara pensyarah hadits mengatakan bahwa yang dimaksud dengan dua hari yang sebelumnya mereka rayakan adalah hari Nairuz dan hari Muhrojan [Mir’atul mafatih].nnnnDi samping majusi, ternya orang-orang Yahudi juga punya kebiasaan merayakan awal tahun, sebagian sumber menyebutkan bahwa perayaan awal tahun termasuk hari raya Yahudi, mereka menyebutnya dengan Ra’su Haisya yang berarti hari raya di penghujung bulan, kedudukan hari raya ini dalam pandangan mereka semacam kedudukan hari raya Idul Adha bagi muslimin.nnnnLalu Nashrani mengikuti jejak Yahudi sehingga mereka juga merayakan tahun baru. Dan mereka juga memiliki kayakinan-keyakinan tertentu terkait dengan awal tahun ini. [Bida’ Hauliiyyah]nnnnTidak menutup kemungkinan masih ada umat-umat lain yang juga merayakan awal tahun atau tahun baru, sebagaimana disebutkan beberapa sumber. Yang jelas, siapa mereka?, tentu, bukan muslimin, bahkan Majusi penyembah api nasrani penyemabah Yesus dan Yahudi penyembah Uzair.nnnnJadi siapa yang anda ikuti dalam perayaan tahun baru ini ?nnnnLebih dari itu, ternyata perayaan tahun baru ini telah dihapus oleh Rasulullah ﷺ, bukankah anda ingat hadits di atas?, Nabi menghapus perayaan Nairuz dan Muhrojan dan mengganti dengan idul Fitri dan Adha.Lalu, kenapa muslimin menghidup-hidupkan sesuatu yang telah dimatikan Rasulullah ﷺ. Kata Ibnu Taimiyyah, Allah ﷻ mengganti (Abdala) konsekwensi dari kata Abdala (menggati) adalah benar-benarnya terhapus hari raya yang dulu dan digantikan dengan penggatinya, karena tidak bisa berkumpul antara yang menggati dan yang digantikan.nnnnTapi, kenyataannya justru tetap saja umat ini merayakan tahun baru, melanggar sabda Rasulullah ﷺ, sungguh benar berita kenabian Rasulullahnnnn لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ ، وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ ، حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ » .قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ ﷺ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ :فَمَنnnnn“Benar-benar kalian akan mengikuti jalan-jalan orang yang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga bila mereka masuk ke lubang binatang dhob (semacam biawak), maka kalian juga akan memasukinya.nnnnKami berkata: Wahai Rasulullah Yahudi dan nashrani? Beliau berkata: Siapa lagi?.” [Shahih, HR al Bukhori Muslim dan yang lain]nnnnKaum muslimin…nnnnBelum lagi, apa yang mereka lakukan dalam perayaan tahu baru? Bukankan berbagai kemungkaran yang sangat bertolak belakan dengan ajaran agama.nnnnKalau anda dari jenis orang yang pobhi dengan ajaran agama, saya katakan, bukankah dalam acara itu banyak terjadi hal-hal yang bertentangan dengan kesusilaan, adab, sopan santun, kehormatan jiwa dan berbagai kemuliaan-kemualiaan yang lain.nnnnHampir semua atau semua yang terjadi adalah kerendahan dan kehinaan martabat manusia apalagi martabat muslim. Tentu kita semua, saya dan anda dan mereka, sebenarnya menyadari akan hal itu.nnnnnLalu kapan kita akan meninggalkannya, mengapa masih saja memeriahkan acara tersebut, tidakkah kita kembali saja kepada kehormatan kita dan kemulian kita serta tentunya ajaran agama kita.nnnnnBersihkan dari bercak-bercak perayaan tahun baru, joget, pentas musik yang identik dengan kerendahan moral, minuman-minuman keras dan obat-obat terlarang, pembauran antara lawan jenis yang merusak moral, sampai pada pesta hura-hura dengan pakaian minim, pamer aurat, pacaran dan perzinaan, apakah kita menginkari terjadinya hal itu?nnnnBerbagai sumber berita menyebutkan bahwa penjualan alat kontrasepsi baik kondom atau yang lain meningkat tajam dari tahun ke tahun menjelang perayaan malam tahun baru. Miris, kenyataan yang memperihatinkan, inikah moral bangsa kita, dimana susila dan dimana ajaran agama?nnnnBila anda seorang muslim atau muslimah tidakkan takut dengan ancaman Allah Subhanahuwata’ala , Nabi ﷺ bersabda:nnnnإذا ظهر الزنا و الربافي قرية فقد أحلوا بأنفسهم عذاب اللهnnnn"Tidaklah nampak pada sebuah daerah zina dan riba melainkan mereka telah menghalalkan adzab Allah untuk diri mereka” [Hasan, HR Abu Ya’la, al Hakim dan dihasankan oleh Asy Syaikh al Albani]nnnnJuga,nnnn …لم تظهر الفاحشة في قوم قط حتى يعلنوا بها إلا فشا فيهم الأوجاع التيلم تكن في أسلافهمnnnn“Tidaklah tampak pada suatu kaumpun perbuatan keji (zina, homoseks) sehingga mereka menampakkannya melainkan akan menyebar ditengah-tengah mereka penyakit-penyakit yang tidak pernah ada pada umat sebelumnya” [Shahih, HR al Baihaqi, disahihkan oleh Asy Syaikh al Albani]nnnnSaudaraku muslim…nnnnSaudariku muslimah…nnnnMasihkan anda akan menodai diri anda….nnnn"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah ﷻ dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya (Yahudi dan Nashrani), kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik." [QS :al Hadid:16]nnnnIngat, liang lahat menunggu kita semua…nnnnWassalamu alaikum…nnnnsumber: http://salafy.or.id/nnnn#renungan #tahunbaru #perayaan #alustadzqomar #salafyoridnnnn▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️🌐 Turut Publikasi:https://salafymagelang.comKanal Dakwah dan Informasi Salafy Magelang & Sekitarnyannnn📲 Media Informasi lain, klik:https://s.id/salafymagelangn
nSoal: Kami mengetahui bahwa sihir haram. Lalu bagaimana cara mengobati orang yang terkena sihir?nnnnJawab: Kita obati dengan cara yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ yaitu dengan meminta perlindungan kepada Allah Ta'ala dan bacaan surat al-Falaq dan al-Ikhlas, meminta pertolongan kepada Allah Ta'ala, serta senantiasa meminta kepada-Nya kesembuhan dan kesehatan. Ini terkait seseorang yang sadar bahwa dirinya terkena sihir.nnnnAdapun jika sihir tersebut telah menguasai dirinya sehingga dia tidak bisa mengontrol dirinya, maka orang lain yang meruqyahnya dengan membacakan doa-doa dan ayat-ayat Al-Quran.nnnnAdapun mengobati dengan metodenya Abu Nawas dengan menggunakan mantra, maka hakekatnya mengobati dengan sesuatu yang sesungguhnya merupakan penyakit.nnnnMaka cara itu bukan dari Islam. Kita tidak boleh mengobati sihir dengan sihir. Allah Ta'ala telah berfirman artinya: "Tukang sihir tidak akan berhasil dari arah mana saja." (Thaha : 69).nnnnSumber: Al Haawy kumpulan fatwa Syaikh Al Albani, cetakan pertama Maktabah ilmiyyah halaman 601.nnnn••••••••••••••••••••••nnnnس: نحن نعرف أن السحر حرام، فكيف نبطل مفعول السحر ؟nnnnج: نبطله بما أبطله الرسول ﷺ وهو بالاستعاذة بالمعوذتين واللجوء إلى الله وسؤاله دائما والشفاء و المعافاة من الرجل الذي يشعر بأنه مصاب بشيء من السحر، وإن كان سحره ضيعه عن نفسه فهو لا يشعر بنفسه ، فالآخرون يرقونه بالأدعية و بالآيات القرآنية.nnnnأما أن نعالج الداء على طريقة أبي نواس وداونى بالتي كانت هي الداء فهذا ليس من الإسلام، فأن نحرب السحر بالسحر فلا، والله يقول : {ولا يفلح الساحر حيث اتىٰ} (طه:٦٩).nnnn#fatawa #obat #sihir #haramnnnn#syaikhalalbani #alhawinnnn▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️🌐 Kunjungi:https://salafymagelang.comKanal Dakwah dan Informasi Salafy Magelang & Sekitarnyannnn📲 Media Informasi lain, klik:https://s.id/salafymagelangn
nSoal: Apakah boleh banyak berbicara setelah ikamah?nnnnJawaban: Hal ini tidak hanya setelah ikamah secara khusus, sebagaimana jika dengan bentuk pertanyaan umum "Apakah boleh banyak berbicara?"nnnnKami jawab masalah ini dengan sabda Nabi artinya "Siapa saja yang beriman kepada Allah Ta'ala dan Rasul-Nya hendaklah ia berbicara yang baik atau diam", sehingga banyak bicara jika itu baik maka bicaralah namun jika itu jelek maka diamlah.nnnnSumber: Al-Hawi kumpulan fatwa Syaikh al-Albani halaman 183.nnnn========================nnnnس. هل يجوز الكلام الكثير بعد الإقامة؟ج. هذا ليس خاصا بالإقامة كما لو قيل -هل- بصورة العامة، هل يجوز الكلام الكثير؟nnnn:فنقول على هذا بقول النبي ﷺ"من كان يؤمن بالله و اليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت" وهذا الكلام الكثير إن كان خيرا فليقله وإن لم يكن كذالك فليصمتnnnn#fatwa #hukum #bicara #ikamahnnnn#syaikhalalbani #alhawinnnn▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️🌐 Kunjungi:https://salafymagelang.comKanal Dakwah dan Informasi Salafy Magelang & Sekitarnyannnn📲 Media Informasi lain, klik:https://s.id/salafymagelangn
nPertanyaan:Sebagian kaum muslimin ikut serta dalam hari raya Nasrani, maka bagaimana arahan anda?nnnnJawab:Tidak diperbolehkan bagi seorang muslim laki-laki maupun wanita, ikut serta dalam hari raya Nasrani ataupun Yahudi ataupun yang lainnya yang merupakan amalan kukufuran.nnnnBahkan wajib baginya untuk meninggalkan perkara tersebut, dikarenakan barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari mereka dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah memberi peringatan kepada kita, agar kita tidak serupa dengan mereka, dan tidak berakhlak dengan akhlak mereka.nnnnMaka wajib atas seorang mukmin laki-laki maupun perempuan untuk berhati-hati dari hal tersebut.Tidak diperbolehkan untuk mereka membantu perkara tersebut dengan suatu apapun, dikarenakan itu merupakan hari raya yang menyelisihi syariat.Tidak diperbolehkan untuk ikut serta di dalamnya, tidak pula diperbolehkan membantu para pelakunya dengan sesuatu apapun, baik dengan memberikan teh, kopi atau bejana dan lainnya.nnnnDikarenakan Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman (yang artinya):nnnn"Dan saling tolong-menolonglah kalian di atas kebaikan dan taqwa dan jangan saling tolong-menolong di atas kejelekan dan permusuhan, dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya."nnnnIkut serta di dalam kekufuran pada hari-hari raya mereka itu termasuk bentuk tolong-menolong di atas dosa dan permusuhan.nnnnMajmu' Fatawa wa Maqolat Asy-Syaikh Ibnu Baaz Rahimahumullah 6/508nnnn••••••••••••••••••••••nnnnحكم مشاركة النصارى في أعيادهمnnnnالسؤال :بعض المسلمين يشاركون النصارى في أعيادهم فما توجيهكم؟nnnnالجواب :لا يجوز للمسلم ولا المسلمة مشاركة النصارى أو اليهود أو غيرهم من الكفرة في أعيادهم ، بل يجب ترك ذلك ؛ لأن من تشبه بقوم فهو منهم ، والرسول عليه الصلاة والسلام حذرنا من مشابهتهم والتخلق بأخلاقهم.nnnnفعلى المؤمن وعلى المؤمنة الحذر من ذلك ، ولا تجوز لهما المساعدة في ذلك بأي شيء ؛ لأنها أعياد مخالفة للشرع ، فلا يجوز الاشتراك فيها ولا التعاون مع أهلها ولا مساعدتهم بأي شيء لا بالشاي ولا بالقهوة ولا بغير ذلك كالأواني وغيرها ، ولأن الله سبحانه يقول : {وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ} [المائدة: 2]nnnnفالمشاركة مع الكفرة في أعيادهم نوع من التعاون على الإثم والعدوان.nnnnمجموع فتاوى ومقالات الشيخ ابن باز (6/ 508).nnnn#fatawa #akidah #hukum #harirayanashrani #kufurnnnn#syaikhbinbaz #majmufatawawamaqalatsyaikhbinbaznnnn▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️🌐 Kunjungi:https://salafymagelang.comKanal Dakwah dan Informasi Salafy Magelang & Sekitarnyannnn📲 Media Informasi lain, klik:https://s.id/salafymagelangn
nPertanyaan ke 246:Penanya mengatakan: Seorang laki-laki shalat dengan istrinya, bagaimana posisi istrinya di samping atau di belakangnya?nnnnJawaban ke 246:Pertanyaan yang bagus, dan seorang pemuda juga bertanya kepadaku saat kami dalam perjalanan ini.Dia mengatakan: Aku shalat bersama ibuku, Lalu apa yang kami lakukan (posisi shaf) dalam shalat?nnnnJika kamu shalat bersama seorang wanita, apakah dia istrimu, ibumu, atau selain keduanya, kamu shalat (di depan) dirimu teranggap satu shaf, dan dia shalat di belakangmu teranggap satu shaf, jika tidak didapatkan seseorang yang shalat/jamaah selain keduanya (istri/ibumu), maka dia teranggap satu shaf.nnnnDari Anas semoga Allah meridhainya berkata: "Aku bersama seorang anak laki-laki shalat di belakang Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- dan wanita tua (nenek dari Anas) ada di belakang kami".nnnnKemudian juga telah datang hadits riwayat Imam Muslim: "Dan shaf terbaik bagi laki-laki adalah yang pertama, dan terburuk adalah yang terakhir, adapun shaf terbaik bagi wanita adalah yang terakhir, dan terburuk adalah yang pertama".nnnnSumber: Ijabatus Sa'il Syaikh Muqbil rahimahullah.nnnn••••••••••••••••••••••nnnnس ٢٤٦: يقول السائل كيف يصلي الرجل مع زوجته تكون بجانبه أو وراءه؟.nnnnج ٢٤٦: سؤال حسن، وسألني شاب أيضاً ونحن في رحلتنا هذه .قال أنا أصلي بأمي فكيف نصنع في الصلاة ؟nnnnإذا كنت تصلي بامرأة سواء أكانت امرأتك أم كانت أمك أم غيرهما أنت تصلي تعتبر نفسك صفاً وهي تصلي بعدك تعتبر نفسها صفاً وإن لم يوجد مصلون إلا هما فهو يعتبر صفاً،nnnnعن أنس رضي الله عنه قال:" صليت أنا وغلام خلف رسول الله - صلى الله عليه وعلى آله وسلم - والعجوز خلفناnnnnثم بعد ذلك أيضاً ورد في حديث مسلم "وخير الصفوف الرجال أولها وشرها أخرها وخير صفوفnnnnالنساء آخره شره أولهاnnnn#fikih #shaf #shalat #lakilaki #wanitannnn#syaikhmuqbil #ijabatussailnnnn▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️🌐 Kunjungi:https://salafymagelang.comKanal Dakwah dan Informasi Salafy Magelang & Sekitarnyannnn📲 Media Informasi lain, klik:https://s.id/salafymagelangn
nPertanyaan:Bagaimana hukum menyebarkan foto-foto yang mengerikan dari mayat kaum muslimin?nnnnAl-'Allamah Shalih al Fauzan hafizahullah mengatakan:nnnn"Amalan ini tidak pada tempatnya, tidak boleh untuk menyebarkan foto orang yang terluka, akan tetapi hendaknya dia menyeru agar kaum muslimin bersedekah kepada saudara-saudaranya dan menyampaikan bahwasanya saudara mereka dalam keadaan tertekan dan dibantai oleh bangsa Yahudi, dengan tanpa menampilkan gambar makhluk atau menampilkan orang yang terluka.nnnnHal itu dikarenakan padanya terdapat penggunaan gambar makhluk hidup dan juga terdapat pembebanan yang tidak diperintahkan oleh Allah Ta'ala dan akan melemahkan kaum muslimin, dikarenakan ketika diperlihatkan di khalayak ramai, foto kaum muslimin dalam keadaan dicincang atau dipotong-potong anggota badannya, maka ini akan menakuti-nakuti kaum muslimin, dan mereka akan takut terhadap musuh-musuh Islam.nnnnDan yang wajib bagi kaum muslimin adalah agar mereka tidak menampakkan kelemahan mereka, tidak memperlihatkan para korban, dan tidak menampakkan perkara-perkara ini di hadapan mausia, bahkan menutupinya sehingga tidak melemahkan kaum muslimin.nnnnAl-Ijabaabat al-Muhimmah (2/105)nnnn••••••••••••••••••••••nnnnحكم نشر صور موتى المسلمين المفزعةnnnnقال العلامة صالح الفوزان حفظه الله :هذا العملُ غير مناسب ، لا يجوز إقامة الصُّور للجرحى ؛ لكن يُدعى المسلمون للتصدُّق على إخوانهم، ويُبلَّغون أنَّ إخوانهم مضيَّق عليهم، وأنَّهم يجري عليهم ما يجري من فعْل اليهود دونَ أن يعرضوا صُورًا، أو يعرضوا جرحى؛ لأنَّ هذا فيه استعمال للتصوير، وأيضًا في هذا تكلُّفٌ لم يأمرِ الله - تعالى - به، وفيه أيضًا تفتيتٌ لعضد المسلمين؛ لأنَّه حينما تُعْرض صور مسلم ممثل به، أو مقطع الأعضاء أمامَ النَّاس، فهذا ممَّا يُرعِب المسلمين، ويُرهبهم مِن فِعْل الأعداء، والواجبُ على المسلمين ألاَّ يُظهروا الضعفَ، وألاَّ يُظهروا الإصاباتِ، وألاَّ يُظهروا هذه الأمورَ، بل يكتمونها حتَّى لا يَفتُّوا في عضد المسلمين .nnnnالإجابات المهمة : (٢ /١٠٥)nnnn#fatawa #foto #mayat #muslimnnnn#syaikhfauzan #alijaabatalmuhimmahnnnn▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️🌐 Kunjungi:https://salafymagelang.comKanal Dakwah dan Informasi Salafy Magelang & Sekitarnyannnn📲 Media Informasi lain, klik:https://s.id/salafymagelangn
nPertanyaan:Semoga Allah memberkahi Anda. Kami akan menutup pertemuan kali ini dengan pertanyaan kedua dari Faid Muhammad di Dammam. Dia mengatakan dalam pertanyaannya:nnnnKetika sedang makan, terkadang seseorang mengambil sebagian makanan dengan tangan kiri. Bagaimana hukumnya masalah ini? Semoga Allah memberikan pahala kepada Anda.nnnnAsy Syaikh Ibnu Utsaimin menjawab:Makan dengan tangan kiri, minum dengan tangan kiri, mengambil dengan tangan kiri, dan memberi dengan tangan kiri, empat hal ini menyelisihi sunnah (ajaran Nabi ﷺ).nnnnSehingga semestinya makan itu dengan tangan kanan. Minum dengan tangan kanan. Mengambil sesuatu dari orang lain juga dengan tangan kanan. Memberikan sesuatu kepada orang lain dengan tangan kanan pula. Demikianlah sunnahnya (ajaran Nabi ﷺ).nnnnAkan tetapi, secara khusus tentang masalah makan dengan tangan kiri dan minum dengannya, ini adalah perkara yang haram. Karena Nabi ﷺ bersabda:"Jangan ada seorang pun dari kalian yang makan dan minum dengan tangan kirinya. Dikarenakan setan ketika makan dan minum menggunakan tangan kiri."nnnnPada hadits ini Nabi ﷺ melarang makan dan minum dengan tangan kiri. Lalu beliau memberikan alasannya dikarenakan hal tersebut termasuk perbuatan setan. Tentunya ini semakin menegaskan bahwa makan dan minum dengan tangan kiri harus dijauhi.nnnnSaya tidak tahu bagaimana sekiranya saudara saya semuslim diberi pilihan antara menjadi pengikut setan dalam perbuatannya ketika makan dan minum, dan antara memilih menjadi pengikut Rasulullah ﷺ dalam petunjuknya dan bimbingannya, saya tidak tahu manakah yang akan dia pilih? (Yakni beliau tidak mengira seorang muslim akan lebih memilih mengikuti setan dibandingkan ajaran Rasulullah ﷺ, –pent.)nnnnTentunya kita tahu bersama, bahwa seorang yang beriman pasti akan lebih memilih mengikuti Rasulullah ﷺ dan mengambil bimbingan beliau, semoga shalawat dan salam dari Allah tercurah kepada beliau.nnnnAtas dasar ini, kami katakan bahwa haram hukumnya bagi seseorang makan dan minum dengan tangan kirinya. Jika sudah diketahui bahwa hal ini haram, maka berdasarkan kaidah syariat, sesuatu yang haram tidaklah dibolehkan kecuali jika dalam kondisi darurat. Contoh kondisi darurat adalah ketika tangan kanan lumpuh, patah, terbakar, atau kendala lainnya yang menjadikan sebuah uzur untuk tidak makan dan minum dengan tangan kanannya.nnnn Fatawa Nur Alad Darbi, kaset No. 259, Syaikh Al Utsaimin rahimahullah.nnnn••••••••••••••••••••••nnnnالسؤال:بارك الله فيكم نختم هذا اللقاء بسؤال ثان للسائل فائد محمد من الدمام يقول: أثناء تناول الطعام قد يتناول الإنسان البعض من الطعام باليد اليسرى فما الحكم في ذلك مأجورين؟ nnnnالجواب:الشيخ: الأكل باليد اليسرى، والشرب باليد اليسرى، والأخذ باليد اليسرى، والإعطاء باليد اليسرى، كل هذه الأربعة خلاف السنة، فالأكل يكون باليمين، والشرب يكون باليمين، والأخذ من الغير يكون باليمين، وإعطاء الغير يكون باليمين هذه هي السنة؛ لكن الأكل بالشمال والشرب بالشمال محرم؛ لقول النبي صلى الله عليه وسلم: «لا يأكل أحدكم بشماله ولا يشرب بشماله؛ فإن الشيطان يأكل بشماله ويشرب بشماله». فنهى النبي صلى الله عليه وسلم عن الأكل بالشمال والشرب بالشمال، وعلل هذا النهي بأنه من فعل الشيطان، وهذا يؤكد اجتناب الأكل بالشمال والشرب بالشمال وما أدري لأخي المسلم إذا خيّر بين أن يكون متبعاً للشيطان في خطواته في أكله وشربه، متشبهاً به في أكله وشربه، أو متبعاً لرسول الله صلى الله عليه وسلم وهديه وإرشاده لا أدري، إذا خيّر بين ذلك أيهما يختار؟ فمن المعلوم أن كل مؤمن سوف يختار اتباع رسول الله صلى الله عليه وسلم، والأخذ بتوجيهاته صلوات الله وسلامه عليه، وعلى هذا فنقول: يحرم على الإنسان أن يأكل بشماله أو يشرب بشماله، وإذا كان حراماً، فالحرام على القاعدة الشرعية لا يحل إلا للضرورة، والضرورة مثل أن تكون اليد اليمنى مشلولة، أو تكون اليد اليمنى مكسورة، أو تكون اليد اليمنى محترقة، أو ما أشبه ذلك من المسائل، أو من الأمور التي يتعذر معها الأكل باليمين أو الشرب باليمين. nnnn(فتاوى نور على الدرب،الشريط رقم [259] الشيخ العثيمن رحمه الله)nnnn#fikih #fatawa #makan #tangankiri #haram #setan#syaikhutsaimin #fatawanuraladdarbinnnn▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️🌐 Kunjungi:https://salafymagelang.comKanal Dakwah dan Informasi Salafy Magelang & Sekitarnyannnn📲 Media Informasi lain, klik:https://s.id/salafymagelangn
nPertanyaan 178:Apakah seorang manusia bisa melihat jin seperti yang diklaim oleh beberapa orang?nnnnJawaban 178:Masalah jin adalah topik yang luas dan jika kita membahas tentang hal itu, para nenek-nenek tua memiliki banyak kisah tentang masalah ini. Beberapa di antaranya benar dan beberapa lagi tidak benar.nnnnTetapi kita berbicara dengan dasar firman Allah 'azza wa jalla dan sabda Rasulullah ﷺ:nnnn"(Ingatlah) ketika Kami hadapkan kepadamu (Nabi Muhammad) sekelompok jin yang mendengarkan (bacaan) Al-Qur’an.nnnnKetika menghadirinya, mereka berkata, 'Diamlah!' Ketika (bacaannya) selesai, mereka kembali kepada kaumnya sebagai pemberi peringatan." [Q.S: Al-Aḥqāf:29]nnnnJadi tampaknya memungkinkan bagi manusia melihat mereka, tetapi bukan dalam bentuk asli yang mereka diciptakan dengannya.nnnnAdapun firman-Nya (surat Al A'raf ayat 27):nnnn"Sesungguhnya ia (setan) dan bala tentaranya dari kalangan jin melihat kalian, dari tempat yang kalian tidak bisa melihat mereka"nnnnItu tidak menunjukkan bahwa manusia tidak bisa melihat mereka, tetapi bahwa mereka bisa melihat manusia, namun manusia tidak bisa melihat mereka.Wallahu a'lam.nnnnSumber:Ijabatus Sail, Syaikh Muqbil rahimahullahnnnn••••••••••••••••••••••nnnnس.١٧٨ : هل أحد من الناس يرى الجن كما يزعم بعض الناس؟nnnnج.١٧٨ : باب الجن باب واسع ولو تحدثنا فيه والعجائز عندهن كثير من هذه القصص ومنها ما هو صحيح ومنها ما ليس بصحيح لكننا نتكلم بقول الله عزوجل وقول رسول الله ﷺ :{وإذ صرفنا إليك نفرا من الجن يستمعون القرآن فلما حضروه قلوا أنصتوا فلما قضي ولوا إلى قومهم منذرين} الأحقاف: ٢٩فالظاهر أنه يجوز أن يراهم الإنسي على غير صورتهم الحقيقة التي خلقو عليها.nnnnوأما قوله تعالى {إنه يراكم هو وقبيله من حيث لا ترونهم} فليس فيها نفي لرؤية الإنسي لهم، لكن فيها أنهم مقتدرون على رؤية اللإنسي و الإنسي لا يراهم، والله أعلم.nnnn#fikih #akidah #jin #manusia#syaikhmuqbil #ijabatussailnnnn▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️🌐 Kunjungi:https://salafymagelang.comKanal Dakwah dan Informasi Salafy Magelang & Sekitarnyannnn📲 Media Informasi lain, klik:https://s.id/salafymagelangn
nFadhilatusy Syaikh -semoga Allah meninggikan derajat beliau bersama orang-orang yang mendapatkan petunjuk- ditanya tentang definisi tauhid dan macam-macamnya.nnnnMaka beliau menjawab -semoga Allah melindunginya-:nnnnTauhid secara bahasa adalah bentuk kata dasar dari وَحَّدَ-يُوَحِّد bermakna menganggap sesuatu hanya satu.nnnnHal ini tidak terwujud kecuali dengan adanya peniadaan dan penetapan. Peniadaan suatu hukum dari selain yang ditauhidkan. Demikian pula penetapan hukum tersebut hanya untuk sesuatu yang ditauhidkan.nnnnMisalnya, kita katakan: Tidak akan sempurna tauhid seseorang sampai ia bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah.nnnnMaka dia harus meniadakan ketuhanan dari selain Allah 'Azza wa Jalla, lalu menegaskan bahwa ketuhanan itu hanya milik Allah saja.nnnnKarena peniadaan mutlak mengarah pada penolakan secara mutlak, sedangkan penetapan mutlak tidak menutup kemungkinan adanya pihak lain dalam suatu hukum.nnnnJadi, jika Anda berkata: "Fulan (tertentu) berdiri", Anda telah mengakui bahwa Fulan berdiri, tetapi Anda tidak menjadikannya satu-satunya yang berdiri; karena kemungkinan ada orang lain yang sama dengan Fulan dalam hal berdiri.nnnnTetapi jika Anda berkata: "Tidak ada yang berdiri", Anda telah menolak hal tersebut secara mutlak dan tidak menetapkan keadaan berdiri bagi siapa pun.nnnnJadi, jika Anda berkata: "Tidak ada yang berdiri selain Zaid," maka pada saat itu Anda telah menauhidkan (meng-esakan) Zaid dalam keadaan berdiri karena Anda meniadakan keadaan berdiri bagi selainnya.nnnnAdapun jenis-jenis tauhid terkait dengan Allah Ta'ala, semuanya termasuk dalam definisi umum, yaitu "pengesaan Allah dalam semua hal yang khusus bagi-Nya".nnnnBerdasarkan pandangan para ulama, ada tiga macam tauhid:nnnnPertama: Tauhid Rububiyyah (ke-Maha Esa-an dalam hal penciptaan dan pengaturan).nnnnKedua: Tauhid Uluhiyyah (ke-Maha Esa-an dalam hak untuk diibadahi).nnnnKetiga: Tauhid Asma' dan Sifat-sifat (ke-Maha Esa-an dalam hal nama-nama dan sifat-sifat).nnnnHal ini diketahui oleh mereka melalui pengamatan, penelitian, dan mengkaji ayat-ayat Al-Quran dan hadits-hadits Nabi.nnnnSumber:Majmu Fatawa Syaikh Ibnu Utsaimin 1/17nnnn••••••••••••••••••••••[التوحيد]nnnn(١) سُئِلَ فَضِيلَةُ الشَّيْخِ -أَعْلَى اللَّهُ درَجَتَهُ فِي المَهْدِيِّينَ-: عَنْ تَعْرِيفِ التَّوْحِيدِ وَأَنْوَاعِهِ.nnnnفَأَجَابَ -حَفِظَهُ اللَّهُ- بِقَوْلِهِ:التَّوْحِيدُ لُغَةً: "مَصْدَرُ وَحَّدَ يُوَحِّدُ، أَيْ جَعَلَ الشَّيْءَ وَاحِدًا".nnnnوَهذَا لا يَتَحَقَّقُ إِلَّا بِنَفْيِ وَإِثْبَاتٍ، نَفْيِ الحَكْمِ عَمَّا سُوَى المُوَحَّدِ، وَإِثْبَاتِهِ لَهُ. فَمَثَلاً نَقُولُ: إِنَّهُ لا يَتِمُّ لِلإِنْسَانِ التَّوْحِيدُ حَتَّى يَشْهَدَ أَنْ لا إِلَـٰهَ إِلَّا اللَّهُ فَيَنْفِي الأُلُوهِيَّةَ عَمَّا سُوَى اللَّـهِ عَزَّ وَجَلَّ وَيُثْبِتُهَا لِلَّـهِ وَحْدَهُ، وَذَلِكَ أَنَّ النَّفْيَ المَحْضَ تَعْطِيلٌ مَحْضٌ، وَالإِثْبَاتُ المَحْضُ لا يَمْنَعُ مُشَارِكَةَ الغَيْرِ فِي الحُكْمِ، فَلَوْ قُلْتَ مَثَلاً: "فُلانٌ قائمٌ" فَهُنَا أَثْبَتَّ لَهُ القِيَامَ لَكِنَّكَ لَمْ تُوَحِّدْهُ بِهِ؛ لِأَنَّهُ مِنَ الجَائِزِ أَنْ يُشَارِكَهُ غَيْرُهُ فِي هَذَا القِيَامِ، وَلَوْ قُلْتَ: "لا قَائِمٌ" فَقَدْ نَفَيْتَ مَحْضًا وَلَمْ تُثْبِت القِيَامَ لِأَحَدٍ، فَإِذَا قُلْتَ: "لا قَائِمَ إِلَّا زَيْدٌ" فَحِينَئِذٍ تَكُونُ وَحَّدْتَ زَيْدًا بِالقِيَامِ حَيْثُ نَفَيْتَ القِيَامَ عَمَّنْ سُوَاهُ، وَهذَا هُوَ تَحْقِيقُ التَّوْحِيدِ فِي الوَاقِعِ، أَيْ أَنَّ التَّوْحِيدَ لا يَكُونُ تَوْحِيدًا حَتَّى يَتَضَمَّنَ نَفْيًا وَإِثْبَاتًا.nnnnوَأَنْوَاعُ التَّوْحِيدِ بِالنِّسْبَةِ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ تَدْخُلُ كُلُّهَا فِي تَعْرِيفٍ عَامّ وَهُوَ "إِفْرَادُ اللَّهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى بِمَا يَخْتَصُّ بِهِ".nnnnوَهِيَ حَسَبَ مَا ذَكَرَهُ أَهْلُ العِلْمِ ثَلَاثَةٌ:nnnnالأوَّل: تَوْحِيدُ الرُّبُوبِيَّةِ.nnnnالثاني: تَوْحِيدُ الأُلُوهِيَّةِ.nnnnالثالِث: تَوْحِيدُ الأسْمَاءِ وَالصِّفَاتِ.nnnnوَعَلِمُوا ذَلِكَ بِالتَّتَبُّعِ وَالاِسْتِقْرَاءِ وَالنَّظَرِ فِي الآيَاتِ وَالأَحَادِيثِ.nnnn#akidah #tauhid #syaikhutsaimin #majmufatawasyaikhutsaiminnnnn▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️🌐 Kunjungi:https://salafymagelang.comKanal Dakwah dan Informasi Salafy Magelang & Sekitarnyannnn📲 Media Informasi lain, klik:https://s.id/salafymagelangn
nPertanyaan:Bagaimana hukum meletakkan mushaf di dalam mobil dengan tujuan untuk mencari barakah dan penjagaan dari penyakit ain serta kekhawatiran agar terjaga dari kecelakaan?nnnnJawab:Hukum meletakkan mushaf di dalam mobil dengan tujuan untuk menolak penyakit ain atau mengantisipasi terjadinya marabahaya adalah merupakan kebid'ahan, dikarenakan para sahabat radhiyallahu anhum dahulu tidak membawa mushaf dalam rangka untuk mengantisipasi bahaya atau penyakit ain.nnnnJika ternyata perkara tersebut adalah bid'ah, maka sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wasallam telah bersabda:nnnn"Setiap kebid'ahan adalah sesat, dan setiap kesesatan tempatnya di dalam neraka."nnnnFatawa Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah , Al-bida wa al-muhdatsah hal 259nnnn••••••••••••••••••••••nnnn* السؤال :*ما حكم وضع المصحف في السيارة من أجل التبرك والحصن من العين وأيضاً خشية أن تصدم ؟nnnnمن فتاوى الشيخ ابن عثيمينnnnn📖 الجواب :حكم وضع المصحف في السيارة دفعاً للعين أو توقياً للخطر بدعة فإن الصحابة رضي الله عنهم لم يكونوا يحملون المصحف دفعاً للخطر أو للعين وإذا كان بدعة فإن النبي صلى الله عليه وسلم قال :(كل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار).nnnnالبدع والمحدثات (ص٢٥٩)nnnn#fatawa #mushaf #alqurannnnn#menangkal #bahaya #ambil #berkahnnnn#syaikhalutsaimin #albidawalmuhaddatsaatnnnn▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️🌐 Kunjungi:https://salafymagelang.comKanal Dakwah dan Informasi Salafy Magelang & Sekitarnyannnn📲 Media Informasi lain, klik:https://s.id/salafymagelangn
nPERTANYAAN:Apabila hujan tidak turun pada sebuah negeri, maka para petani mengambil pangkal kayu yang kering dan meletakkan di atas punggung mereka, lalu mereka membawanya dan mendatangi sebuah rumah dengan membaca bait-bait syair.nnnnSeringnya hujan turun setelah mereka datang dan melakukan ritual tersebut. Atau mereka menyembelih kambing yang berwarna merah atau hitam, mereka mengikat empat kaki atau kukunya di atas pohon dan mereka berkumpul di bawahnya. Lalu datanglah burung berukuran besar dari arah kiblat, burung-burung itu mengambilnya dan memakannya. Maka turunlah hujan setelah itu.nnnnTerkadang burung-burung tidak memakannya dan hujan tidak turun. Lalu mereka menyembelih binatang lain dengan kepercayaan bahwa sesembelihan pertama tidak diterima dari mereka.Bagaimana pendapat Anda dengan ritual-ritual seperti itu? Jazakumullahu khaira.nnnnJawaban:Itu semua perbuatan bid'ah, tidak boleh dilakukan.nnnnبسم الله الرحمن الرحيم، الحمد لله، وصلى الله وسلم على رسول الله وعلى آله وأصحابهnnnnAdapun setelahnya, maka itu semua adalah bid'ah yang tidak ada asalnya di dalam syariat. Hanyalah yang disyariatkan ketika terjadi kekeringan tidak turun hujan adalah hendaknya kaum muslimin berdoa hanya kepada Allah Ta'ala agar Allah Ta'ala menurunkan hujan.nnnnTerkadang dilakukan di masjid, terkadang di rumah, terkadang setelah khutbah Jum'at. Pada pertengahan khutbah Jum'at para khatib di masjid-masjid memanjatkan do'a agar Allah Ta'ala mencurahkan hujan. Terkadang pemimpin sebuah negeri keluar bersama masyarakat menuju tanah lapang dengan melaksanakan shalat dua raka'at bersama kaum muslimin, pemimpin tersebut berdo'a kepada Allah Ta'ala bersama kaum muslimin agar diturunkan hujan.nnnnSebagaimana yang telah dilakukan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, kadang beliau meminta hujan ketika khutbah Jum'at, terkadang beliau keluar menuju tanah lapang dan shalat dua raka'at, beliau berkhutbah dan berdo'a meminta hujan untuk kaum muslimin. Ini yang disyariatkan.Terkadang beliau meminta hujan di luar shalat sebagaimana pada beberapa kesempatan ketika di Madinah, beliau meminta hujan untuk kaum muslimin di majelis.Tidak mengapa bagi seorang muslim untuk meminta hujan di rumahnya, berdo'a kepada Allah untuk kebaikan kaum muslimin, atau dia sedang berada di jalan berdo'a kepada Allah agar diturunkan hujan bagi kaum muslimin, semua ini tidak mengapa.Adapun melakukan ritual dengan mengambil kayu atau barang-barang khusus lainnya yang dia bawa, atau dia menyerahkannya kepada orang tertentu seperti pemimpin sebuah negeri dan membacakan syair-syair, maka ini semua tidak ada ajarannya di dalam agama.nnnnIni perbuatan bid'ah dan khurafat yang diada-adakan oleh manusia.Atau mereka menyembelih binatang dan meletakkan saparuh bagian pada sebuah pohon dan meletakkan separuh bagian pada sebuah gunung atau perbuatan-perbuatan semisal, semua itu tidak ada ajarannya di dalam islam.nnnnAkan tetapi yang disyari'atkan adalah bersedekah kepada orang fakir sebelum meminta hujan atau setelahnya. Yaitu orang-orang kaya bersedekah kepada orang-orang fakir dan miskin dengan memberikan uang, makanan, atau pakaian, maka semua itu baik dan di antara sebab-sebab turunnya rahmat Allah Ta'ala.nnnnRasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa yang tidak merahmati, dia tidak akan dirahmati." Dan sedekah itu menghapuskan dosa. Sedekah termasuk di antara sebab-sebab kebahagiaan dan turunnya kebaikan.nnnnSebagaimana firman Allah Ta'ala (yang artinya): "Berbuat baiklah kalian, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang baik." Allah Ta'ala berfirman (yang artinya): "Sesungguhnya rahmat Allah itu dekat kepada orang-orang yang berbuat baik." Maka apabila orang-orang yang dilapangkan rizkinya bersedekah kepada orang-orang faqir, dan memerhatikan kebutuhan mereka dilakukan sebelum meminta hujan atau setelahnya, maka ini semua baik dan di antara sebab-sebab turunnya hujan.nnnnDemikian pula do'a, istighfar, taubat kepada Allah dengan taubat yang jujur, menangis karena takut kepada Allah, memperbanyak ibadah dan ketaatan, menjauhi dosa-dosa, semua ini termasuk sebab-sebab turunnya hujan.nnnnAdapun mereka melakukan ritual-ritual yang tidak disyari'atkan oleh Allah di antaranya dengan membawa kayu jenis tertentu atau pohon tertentu, sesembelihan tertentu dilakukan dengan bentuk khusus seperti bagian kepala atau bagian lain dari bintang yang sudah disembelih diletakkan pada tempat tertentu pada sebuah pohon hingga datang seekor burung mengambilnya, atau diletakkan pada sebuah gunung, atau dengan membawanya kepada sebagian tokoh mereka atau yang lainnya. Maka semua ini perbuatan yang tidak ada syariatnya, bahkan itu adalah bid'ah serta khurafat.nnnnAsy Syaikh Abdul 'Aziz bin Baz rahimahullahnnnnFatawa Nur 'Alaa Darb 3/114nnnn==================nnnnالسؤال: أولى رسائل هذه الحلقة رسالة المستمع علي حاج محمد من غلمسكو في أثيوبيا، عرضنا بعض أسئلته في حلقة مضت وفي هذه الحلقة يسأل ويقول: إذا انقطع المطر عن البلد يأخذ الفلاحون أصول الخشب اليابس على ظهورهم ويأتون به إلى بيت الحضرة التي يزورونها وهم يرتجزون به، فغالبًا ما يمطرون إثر مجيئهم بهذه الصفة أو يذبحون الشياه الأحمر أو الأسود ويضعون قوائمها أو فرسنها على شجرة يجتمعون تحتها فيأتي طائر كبير من جهة القبلة فيأخذها ويأكلها فيمطرون، فربما لا يأكلها ولا يمطرون فيذبحون أخرى بزعم أنها لم تقبل منهم الأولى، ما رأيكم في هذا ؟ جزاكم الله خيرًاnnnnالجواب: هذا من البدع لا يجوز .. بسم الله الرحمن الرحيم، الحمد لله، وصلى الله وسلم على رسول الله وعلى آله وأصحابه.nnnnأما بعد: فهذا من البدع التي لا أصل لها في الشرع وإنما المشروع أن يستغيث المسلمون إذا أجدبوا وأن يدعوا الله ليسقيهم، تارة في المساجد وتارة في البيوت وتارة بعد خطبة الجمعة، في أثناء خطبة الجمعة يدعو الإمام خطباء المساجد يستغيثون الله وتارة يخرج أمير وقاضي البلد وأهل البلد إلى المصلى من خارج البلد ويصلي ركعتين ويستغيث بالمسلمين إمامهم سواء كان القاضي أو غيره ويسأل الله الغوث كما فعل النبي ﷺ، فإنه كان ربما استغاث في خطبة الجمعة عليه الصلاة والسلام وربما خرج إلى المصلى وصلى ركعتين وخطب بالناس واستغاث لهم، هذا هو المشروع وربما استغاث في غير صلاة كما وقع في بعض الأحيان في المدينة استغاث لهم في مجلسه عليه الصلاة والسلام ولا مانع أن يستغيث الإنسان في بيته ويدعو الله للمسلمين أو وهو في الطريق يسأل الله أن يغيث المسلمين، كل ذلك لا بأس به، أما أن يأخذ خشب أو أشياء خاصة يحملها أو يذهب إلى حضرة إنسان معين كأمير البلد أو قاضي البلد ويرتجزون، هذا لا أصل له، هذا من البدع والخرافات التي أحدثها الناس أو يذبحون ذبائح يجعلون بعضها عند بعض الشجر أو عند بعض الجبال أو ما أشبه ذلك كلها هذا لا أصل له، لكن يشرع الصدقة كونهم يتصدقون على الفقراء قبل الاستغاثة أو بعدها يعني يتصدق أهل الغنى منهم للفقراء والمساكين بالنقود بالطعام بالملابس هذا طيب ومن أسباب الرحمة، يقول الرسول ﷺ: من لا يرحم لا يرحم، والصدقة تطفئ الخطيئة، والصدقة من أسباب الفرج ومن أسباب الإحسان، كما قال : وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ [البقرة:195]، قال سبحانه: إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ [الأعراف:56]، فإذا تصدق الموسرون على الفقراء وواسوهم قبل الاستغاثة أو بعدها فكل هذا طيب، ومن أسباب الغيث.nnnnوهكذا الدعاء والاستغفار والتوبة إلى الله والصدق في ذلك والبكاء من خشيته جل وعلا والإكثار من العبادات والطاعات والحذر من المعاصي، كل هذا من أسباب الغوث، أما أن يحدثوا شيئًا ما شرعه الله من حملهم الأخشاب المعينة أو أشجار معينة أو ذبائح تفعل على وجه معين تجعل رءوسها أو أشياء منها في مكان معين عند بعض الشجر حتى يجيء طائر يأخذها أو عند بعض الجبال أو بالذهاب إلى بعض المشايخ أو غير ذلك، كل هذا لا أصل له بل هو من البدع والخرافات. نعم.المقدم: جزاكم الله خيرًا.nnnnhttps://s.id/1UEwSnnnn#fatawa #bidah #khurofat #hujannnnn#istigotsah #asysyaikhbinbaz #fatawanuralaadarbnnnn▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️🌐 Kunjungi:https://salafymagelang.comKanal Dakwah dan Informasi Salafy Magelang & Sekitarnyannnn📲 Media Informasi lain, klik:https://s.id/salafymagelangn
nPertanyaan:nnnnEngkau telah menyebutkan tafsir firman Allah Ta'ala:nnnnلا يَشْهَدُونَ الزُّورَ [الفرقان:72]nnnnPembahasan tentang kebatilan.Apakah menghadiri perayaan maulid Nabi termasuk menyaksikan kebatilan ataukah tidak? Ketika seseorang diundang untuk kajian atau mengisi kajian pada acara perayaan-perayaan seperti ini apakah dia hadir ataukah tidak? Mohon berikan fatwa untuk kami, semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.nnnnJawaban:Aku katakan, bahwa perayaan maulid Nabi bukan perkara yang dikenal di sisi salafush shalih. Tidak dilakukan oleh Khulafa ar-Rasyidin, tidak dilakukan oleh sahabat, tidak dilakukan oleh para tabi'in yang mengikuti para sahabat dengan baik, dan tidak pula dilakukan oleh kaum muslimin setelah mereka.nnnnDari sini kita bertanya: Apakah pengagungan kita kepada Rasulullah lebih besar dibandingkan mereka? Jawabannya tentu tidak.nnnnApakah kecintaan kita lebih besar dibandingkan mereka? Jawabannya tentu tidak.nnnnApabila demikian, wajib atas kita semua untuk melangkah sesuai dengan langkah mereka, dan tidak merayakan maulid Nabi, karena itu perbuatan bid'ah.nnnnDi mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam terkait diri beliau sendiri? Mengapa beliau tidak merayakan hari kelahirannya sendiri? Di mana khulafaurasyidin? Di mana para sahabat? Apa mereka semua bodoh tentang perkara tersebut, atau mereka menyembunyikan kebenaran, ataukah mereka sombong terhadap Nabi?nnnnSemua ini tidak terjadi dari mereka.Tidak diragukan bahwa kebanyakan yang merayakan maulid Nabi, mereka merayakannya dengan landasan niat yang baik. Boleh jadi dengan alasan cinta terhadap Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam. Atau dengan alasan sebagai penanding orang-orang Nasrani, dimana mereka merayakan hari raya untuk kelahiran Isa bin Maryam, lalu mereka mengatakan: kami lebih berhak dalam hal ini.nnnnAkan tetapi ini adalah gambaran yang keliru. Karena manakala seseorang mencintai Rasulullah maka dia adalah orang yang paling jauh dari kebid'ahan. Karena bila dia berlandaskan diri dengan ini dan mengatakan, saya mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala dengannya.nnnnKita katakan: kamu telah memasukkan pada agama Allah perkara yang bukan bagian dari agama, dan kamu telah mendahului Allah dan Rasul-Nya.nnnnBila dia mengatakan, ini adalah adat kebiasaan pada masyarakat kami. Kita katakan: diadakannya perayaan-perayaan itu berdasarkan adat atau berdasarkan syariat?nnnnJawabannya tentu berdasarkan syariat. Sampaipun Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika tiba di Madinah beliau mendapati manusia merayakan dengan dua hari raya untuk merayakan kemenangan mereka dalam peperangan, maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang mereka dan beliau mengatakan:nnnn"Sesungguhnya Allah telah menggantikan untuk kalian dengan yang lebih baik dibandingkan keduanya, yaitu Idul Adhha dan Idul Fitri."nnnnLalu bagaimana bisa kalian mengada-adakan hari perayaan?!nnnnBila mereka mengatakan: kami merayakan perayaan ini dalam rangka menghidupkan suasana untuk mengingat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Maka jawabannya:nnnnYang pertama: Tidak shahih bahwa hari kelahiran beliau pada tanggal 12.nnnnYang kedua: Bila tanggal itu benar, maka mengingat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam selalu terulang setiap hari, bukankah setiap hari kaum muslimin mengatakan:nnnnأشهد أن محمداً رسول اللهnnnnpada adzan mereka?! Jawabannya tentu.nnnnBahkan seorang muslim pada setiap shalatnya membaca dalam doa tasyahhud:nnnnالسلام عليك أيها النبي ورحمة الله وبركاته، السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين، أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمداً عبده ورسولهnnnnMengingat beliau selalu dilakukan dalam kalbu seorang mukmin, tidak dibenarkan hanya khusus pada satu malam tertentu. Akan tetapi melihat kondisi kebanyakan manusia bodoh terhadap masalah seperti ini, dan mereka tidak mengetahui bahayanya bid'ah, akibatnya mereka terus menerus dalam kebid'ahan tersebut.nnnnAkan tetapi -segala puji bagi Allah- saya optimis akan terwujudkannya kebaikan dari kebanyakan manusia pada saat ini -terutama para pemuda-, mereka mengetahui bahwa bid'ah itu tidak ada asalnya dari syari'at dan tidak ada hakikatnya.nnnn✍️ Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin -rahimahullah Ta'ala-nnnn==============nnnnالسؤال:ذكرتم فضيلة الشيخ في تفسيركم لقوله تعالى: ﴿لا يَشْهَدُونَ الزُّورَ﴾ [الفرقان:72] الحديث حول الزور، فهل حضور حفل المولد من هذا الزور أم لا؟ وهل إذا دعي الإنسان لحضور محاضرة أو إلقاء محاضرة في مثل هذه الاحتفالات هل يحضر أم لا؟ أفتونا جزاكم الله خيراً.nnnnالجواب:أقول: إن الاحتفال بالمولد النبوي ليس معروفاً عن السلف الصالح، وما فعله الخلفاء الراشدون، ولا فعله الصحابة، ولا التابعون لهم بإحسان، ولا أئمة المسلمين من بعدهم، وهنا نسأل: هل نحن أشد تعظيماً للرسول صلى الله عليه وسلم من هؤلاء؟! لا .. هل نحن أشد حباً للرسول من هؤلاء؟ لا .. فإذا كان كذلك فإن الواجب علينا أن نحذو حذوهم، وألا نقيم عيد المولد النبوي؛ لأنه بدعة.nnnnأين الرسول صلى الله عليه وسلم منه؟ لماذا لم يقم عيداً لمولده؟ أين الخلفاء الراشدون؟ أين الصحابة؟ أهم جاهلون بهذا، أم كاتمون للحق فيه، أم مستكبرون عنه؟! كل هذا لم يكن، ولا شك أن كثيراً ممن يقيمون هذه الموالد يقيمونها عن حسن نية، إما محبة للرسول صلى الله عليه وسلم، وإما مضاهاةً للنصارى الذين يقيمون لعيسى ابن مريم عليه الصلاة والسلام عيداً لميلاده، فيقولون: نحن أحق.nnnnولكن هذا من التصور الخاطئ؛ لأنه كلما كان الإنسان أحب لرسول الله صلى الله عليه وسلم كان أبعد عن البدع؛ لأنه إذا ابتدأ هذا وقال: إنني أتقرب إلى الله تعالى به، قلنا: أدخلت في دين الله ما ليس منه، وتقدمت بين يدي الله ورسوله، وإن قال: إنه عادة عندنا، قلنا: وهل تقام الأعياد بناءً على العادات أم بناءً على الشريعة؟! بناءً على الشريعة، حتى إن النبي صلى الله عليه وسلم لما قدم المدينة وجدهم يحتفلون بعيدين لذكرى انتصار وقع لهم، فنهاهم عن ذلك، وقال: «إن الله أبدلكم بخيرٍ منهما: عيد الأضحى وعيد الفطر». فكيف تقيمون عيداً؟!nnnnفإن قالوا: نحن نقيم هذا العيد إحياءً لذكرى رسول الله صلى الله عليه وسلم ف:nnnnأولاً: لم يصح أن مولده كان في اليوم الثاني عشر.nnnnثانياً: لو صح فذكرى رسول الله صلى الله عليه وسلم تتكرر كل يوم، أليس المسلمون يقولون في كل يوم: أشهد أن محمداً رسول الله في الأذان؟ بلى، بل إن الإنسان في كل صلاة يقرأ التشهد ويقول: "السلام عليك أيها النبي ورحمة الله وبركاته، السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين، أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمداً عبده ورسوله"nnnnالذكرى دائماً في قلب المؤمن وليست خاصة بليلة معينة، ولكن نظراً إلى أن كثيراً من الناس يجهلون مثل هذا الأمر، ويجهلون خطورة البدعة، استمروا فيها، ولكني -والحمد لله- أتفاءل خيراً أن كثيراً من الناس اليوم -ولا سيما الشباب منهم- عرفوا أن هذه البدعة لا أصل لها، ولا حقيقة لها.nnnnhttps://binothaimeen.net/content/1478nnnn#manhaj #bidah #maulid #batil #syaikhutsaiminnnnn▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️🌐 Kunjungi:https://salafymagelang.comKanal Dakwah dan Informasi Salafy Magelang & Sekitarnyannnn📲 Media Informasi lain, klik:https://s.id/salafymagelangn