Diantara Tanda Kebahagiaan dan Tanda Kesengsaraan, Yang Manakah Kita?

Al-Imam al-Ajurri rahimahullah meriwayatkan, bahwa Salman al-Farisi radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

إن الله لما خلق آدم عليه السلام مسح ظهره فأخرج منه ما هو ذراري إلى يوم القيامة ، فخلق الذكر والأنثى ، والشقاوة والسعادة ، والأرزاق والآجال والألوان ، فمن علم السعادة : فعل الخير، ومجالس الخير، ومن علم الشقاوة : فعل الشر ومجالس الشر.

“Sesungguhnya ketika Allah menciptakan Adam ‘alaihissalam, Dia mengusap punggungnya lalu mengeluarkan darinya keturunan-keturunannya hingga hari kiamat. Allah ciptakan laki-laki dan perempuan, kesengsaraan dan kebahagiaan, rezeki-rezeki, ajal, dan rupa-rupa warna makhluk-Nya.

Di antara tanda kebahagiaan adalah: BERAMAL KEBAIKAN DAN BERMAJELIS (BERGAUL) DENGAN YANG BAIK

Dan di antara tanda kesengsaraan adalah: BERBUAT KEJELEKAN DAN BERMAJELIS (BERGAUL) DENGAN YANG JELEK.”

Sumber:

 

 

 

Nasehat Asy-Syaikh Shalih Fauzan Menyambut Datangnya Bulan Ramadhan

Asy-Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al-Fauzan hafizhahullah:

Pertanyaan:

ما نصيحتكم للمسلمين بمناسبة اقتراب شهر رمضان؟

Apa nasehat anda kepada kaum muslimin terkait telah dekatnya bulan Ramadhan?

Jawaban:

الواجب على المسلم يسأل الله أن يبلغه رمضان وأن يعينه على صيامه وقيامه، والعمل فيه، لأنه فرصة في حياة المسلم:

Wajib bagi kaum muslimin untuk memohon kepada Allah agar dia bisa sampai kebulan Ramadhan, dan diberi kemampuan untuk berpuasa serta melaksanakan shalat tarawih padanya, dan juga bisa beramal saleh pada bulan Ramadhan. Dikarenakan bulan tersebut merupakan kesempatan besar dikehidupan seorang muslim.

“مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ”

“Barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dikarenakan keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosanya yang terdahulu.” (H.R al-Bukhari)

”مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ”

”Barang siapa yang shalat malam pada bulan Ramadhan dikarenakan keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosanya yang terdahulu.“ (H.R al-Bukhari)

فهوفرصة في حياة المسلم قد لا يعود عليه مرة ثانية

Maka ini merupakan kesempatan besar bagi setiap muslim -untuk beramal- yang mungkin saja dia tidak bisa mendapatkan kesempatan kedua setelahnya.

فالمسلم يفرح بقدوم رمضان ويستبشر به، ويستقبله بالفرح والسرور، ويستغله في طاعة الله ليله قيام، ونهاره صيام وتلاوة للقرآن والذكر فهو مغنم للمسلم

Maka seorang muslim hendaknya bergembira dan merasa senang dengan datangnya bulan Ramadhan, menyambutnya dengan penuh kegembiraan, menggunakan kesempatan pada bulan tersebut untuk memperbanyak ketaatan. Shalat dimalam hari dan pada siang harinya berpuasa, membaca Al-qur’an dan berdzikir, yang mana ini semua merupakan ghanimah bagi setiap muslim.

أما الذين إذا أقبل رمضان يعدون البرامج الفاسدة والملهية والمسلسلات والخزعبلات والمسابقات ليشغلوا المسلمين فهؤلاء جند الشيطان،

Adapun orang-orang yang menyambut bulan Ramadhan dengan mempersiapkan berbagai kegiatan-kegiatan yang negatif, seperti acara musik, acara drama yang bersambung, acara -acara lawakan atau perlombaan kuis, yang semua ini melalaikan kaum muslimin -dari ibadah-, maka mereka ini adalah bala tentara setan.

فعلى المسلم أن يحذر من هؤلاء ويحذر منهم،

Maka wajib bagi setiap muslim untuk berhati-hati dari mereka, dan mentahzir mereka.

رمضان ما هو وقت لهو ولعب ومسلسلات وجوائز ومسابقات وضياع للوقت.

Bulan Ramadhan bukanlah waktu untuk bermain-main atau perkara sia-sia seperti kuis-kuis dan semisalnya yang semua ini menyia-nyiakan waktu.

 

 

Sumber:
– web: forumsalafy.net
Telegram

Majmu’ah Hikmah Salafiyyah

TIGA JENIS KANDUNGAN HATI

Al-Imam Ibnul Qayyim –semoga Allah merahmatinya – berkata:

 

“Hati itu ada tiga:

1. Hati yang kosong dari iman dan segala kebaikan.

Itulah hati yang gelap yang syaithan benar-benar telah beristirahat dari melontarkan waswas kepadanya.

Sebab, ia(syaithan) telah menjadikannya rumah dan negerinya, ia menghukumi di dalamnya sesuai apa yang ia inginkan, dan ia telah menguasainya di puncak penguasaan.

 

2. Hati yang kedua: Hati yang telah bersinar dengan cahaya iman, menyalakan lentera-lentera iman di dalamnya. NAMUN, ada kegelapan syahwat dan hembusan-hembusan hawa nafsu padanya.

Maka, syaithan datang dan pergi di sana, mencoba dan tamak (untuk menguasainya).

Sehingga, peperangan di situ silih berganti, menang dan kalah.

Dan keadaan jenis ini berbeda-beda dalam sedikit dan banyaknya (kekalahan dan kemenangan).

– Diantara mereka ada yang waktu kemenangan atas musuhnya (syaithan) lebih banyak.

– Dan ada yang waktu kemenangan musuhnya atasnya lebih banyak.

– Adapula yang kadang ini dan kadang itu(seimbang).

 

3. Hati yang ketiga: Hati yang dipenuhi iman, benar-benar telah bersinar dengan cahaya iman, terlepas syahwat darinya, dan tercabut kegelapan-kegelapan tersebut.

Maka, cahaya di hatinya telah terbit bersinar. Dengan sebab terbitnya itu, ia menyala. Seandainya rasa waswas mendekatinya, ia pasti terbakar dengannya.

Sehingga, ia laksana langit yang dijaga dengan bintang-bintang.

Jika syaithan mendekatinya(untuk mencuri berita dari langit) dilemparkan bintang itu kepadanya, hingga ia terbakar.

Padahal langit itu tidak lebih terhormat dari seorang mukmin. Penjagaan Allah kepada orang mukmin lebih sempurna daripada penjagaan langit.

Langit tempat peribadahan para malaikat, tempat menetapnya wahyu, terdapat cahaya ketaatan di dalamnya.

Adapun hati seorang mukmin tempat menetapnya tauhid, rasa cinta, ma’rifah(pengenalan kepada Allah), dan iman. Di dalamnya terdapat cahaya dari itu semua.

Sehingga, ia lebih berhak untuk dijaga dan dilindungi dari tipu daya musuh.

Tidak akan mampu dicapai (syaithan) hati yang demikian itu kecuali dengan tipu daya, kelengahan, dan menyambarnya (saat lalai).”

Al-Waabilush Shayyib, Ibnul Qayyim, hal. 58 – 59.

Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah

 

Sumber: https://t.me/ForumBerbagiFaidah

61 Tahun Kerja Sama Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi

Patut kita syukuri, Indonesia adalah negara maritim di Asia Tenggara yang memiliki banyak pulau. Bangsa Indonesia sendiri adalah bangsa yang dinamis, multietnis, tetapi memiliki karakter dasar yang cinta damai, gotong royong, dan menjunjung tinggi cita-cita kemerdekaan bagi seluruh bangsa di muka bumi.

Dengan demikian, potensi  sumber daya manusia yang baik dan perkembangan hubungan sosial masyarakat  serta peta pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tataran tertentu di masa kini dan yang akan datang tentunya juga akan dipengaruhi oleh rasa cinta damai dan kebersamaan dalam membangun,  yang merupakan karakter dasar masyarakat Indonesia senang bersahabat dengan bangsa lainnya.  Sejarah pun telah mencatat dengan tinta emas tentang Indonesia dan persahabatannya dengan negara-negara yang cinta damai hingga kini.

Hubungan Indonesia dan Arab Saudi akan memasuki babak baru

Hubungan Indonesia dan Arab Saudi akan memasuki babak baru setelah 61 tahun kerja sama kedua negara. Berbagai kerja sama telah dilalui, terutama di bidang pendidikan, keagamaan, dan ekonomi. Bahkan, pada 2017 ini, kunjungan resmi kenegaraan yang dilakukan Raja Salman ke Indonesia akan diiringi oleh rombongan besar anggota parlemen antara 800-900 personel. Kunjungan yang dijadwalkan pada 1-9 Maret 2017, insya Allah akan disambut Presiden Joko Widodo dengan penuh kehangatan guna meningkatkan hubungan baik dan kerja sama antara kedua negara.

Kedutaan Besar Arab Saudi menyatakan, maksud kedatangan Raja Salman pada 1-9 Maret 2017 adalah memenuhi undangan Presiden Jokowi. Ini merupakan kunjungan balasan setelah Presiden Jokowi mengunjungi Raja Salman pada 2015.

Pada 2015 yang lalu Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Musthafa Ibrahim Al-Mubarak, mengatakan, “Khusus untuk kerja sama pendidikan, setiap tahun Pemerintah Arab Saudi memberikan beasiswa kepada mahasiswa Indonesia untuk kuliah di Arab Saudi, mulai dari level S1 hingga jenjang S2 dan S3. Setiap tahun diberikan 200 beasiswa kepada mahasiswa Indonesia di Universitas Islam Madinah, dan 250 mahasiswa Indonesia di berbagai disiplin ilmu di seluruh universitas dan jurusan, kecuali kedokteran.”

Setelah 61 tahun, kini Arab Saudi dan Indonesia menjalani kemesraan yang indah dalam kerja sama yang sangat baik itu. Tentu saja pola kebijakan dan kerja sama diharapkan akan semakin meningkat dan konsisten. Bangsa Indonesia yang memiliki populasi umat Islam terbesar di dunia saat ini sangat berkepentingan untuk menjalan ibadah haji setiap tahun dan ibadah umrah, sebagai pengejawantahan murni dari nilai-nilai keislaman dan keimanan yang baik pula. Manajemen dan pengelolaan prosesi ibadah haji yang terlaksana dengan penuh hikmat, kepercayaan yang tinggi, dan rasa aman yang terpelihara dengan baik, di antara sebabnya -setelah pertolongan dan taufik dari Allah- adalah baiknya pengelolaan keamanan dari raja-raja Saudi terdahulu hingga kini saat Raja Salman berkuasa.

Hubungan kedua negara telah berlangsung sangat lama dan memiliki nilai sejarah yang apik dimulai sejak 61 tahun yang lalu. Hal itu tidak bisa lepas dari ikatan emosional yang kuat dan peran agama Islam yang melekat dalam prinsip dasar ukhuwah Islamiah antara bangsa Indonesia dan bangsa Arab dalam peran sertanya membangun masyarakat dunia yang beradab. Pada 1924, pendiri Kerajaan Arab Saudi, Raja Abdul Aziz ibnu Muhammad ibnu Al-Saud, mengirim utusan untuk mencari tahu tentang kondisi Indonesia – yang saat itu belum merdeka—kemudian mengunjungi saudara-saudaranya di Indonesia.

Setelah berita proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 1945, Raja Abdul Aziz Al-Saud menyatakan kegembiraannya. Bahkan, beliau mengumumkannya pada saat musim haji ke masyarakat internasional yang hadir saat itu (haji). “Kita salah satu negara pertama yang buka kedutaannya di Indonesia,” ungkap King Abdul Aziz pada saat itu, kemudian pada 1948 Pemerintah Arab Saudi membuka perwakilan khusus di Jakarta. Pada 1955 Kerajaan Arab Saudi membuka kedutaan resmi di Jakarta, dan Indonesia saat itu juga membuka kedutaannya di Arab Saudi.

*) ditulis ulang dari berbagai sumber oleh amh

sumber: http://serambiharamain.com/61-tahun-kerja-sama-indonesia-dan-kerajaan-arab-saudi/

Pentingnya Tarbiyah Anak di Usia Emas (Audio)

quran

?Rekaman AUDIO Muhadharah Magelang

?Ust. Muhammad Umar As sewed hafizhahullah

Tema: Pentingnya tarbiyah anak diusia emas

? Ahad 4 Rabiul Awal 1438 H,4 Desember 2016

✅ Tempat: Masjid kholid bin Walid Ponpes Minhajussunnah Magelang | www.radiosyiarislam.com

? Channel https://bit.ly/SyiarIslam

Audio Mp3:

Link Download DI SINI (Klik Kanan > Simpan Sebagai…)

Nasehat untuk Kaum Muslimin Indonesia Terkait Demonstrasi 4 November 2016 di Jakarta

kepal-demo

? asy-Syaikh DR. ‘Abdullah bin ‘Abdurrahim al-Bukhari hafizhahullah

? Tanya :
? “Hari ini (kemarin, Jum’at 4/10/2016, pen) di Ibu kota Indonesia, Jakarta diadakan demonstrasi besar-besar.
Demonstrasi tersebut menuntut diadilnya Gubernur Jakarta, seorang yang beragama kristen, yang telah melecehkan ayat al-Quran dan para da’i!

Tak tersembunyi bagi Anda, akibat dari demonstrasi, yaitu berbagai kerusakan dan kejelekan, meskipun mereka menyebutnya sebagai aksi damai.

?? Sebagaimana diketahui bahwa yang turut serta dalam demonstrasi tersebut adalah dari berbagai kelompok, seperti shufiyyah, ikhwaniyyah, dan khawarij, serta para politikus, dll.

? Pertanyaan :
1. Bolehkah bagi kaum muslimin untuk ikut serta dalam demonstrasi tersebut?
2. Apa cara terbaik yang Anda nasehatkan untuk kaum muslimin demi mengganti gubernur tersebut?
3. Apa nasehat dan arahan Anda untuk kaum muslimin secara umum dan salafiyyin secara khusus terkait kejadian ini?

? Jawab :

1⃣ Pertanyaan pertama “Bolehkah bagi kaum muslimin untuk ikut serta dalam demonstrasi tersebut?”
Tidak boleh. Demonstrasi bukan bagian dari Syari’at Islam. Sebagaimana telah kami jelaskan berulang-kali. Bahkan kalaupun pemimpin suatu negeri, dan dia muslim, membolehkan dan mengizinkan demonstrasi, maka tidak ada ketaatan kepadanya dalam masalah ini. Karena tidak dibenarkan baginya mengizinkan perbuatan seperti ini. Tidak ada kewajiban mendengar dan taat kecuali dalam hal yang ma’ruf (kebaikan). “Hanyalah ketaatan itu dalam hal yang ma’ruf (kebaikan)”
❌ Sedangkan demonstrasi ini bukan termasuk perkara yang ma’ruf. Sebagaimana sudah kami jelaskan berulang kali. Ini jawaban pertama.

2⃣▪️ Cara terbaik yang kami nasehat kaum muslimin dengannya dalam upaya mengganti gubernur tersebut, adalah menulis surat ditujukan kepada pemimpin negeri. Yang menulisnya adalah orang-orang yang berakal jernih dan tokoh terpandang, bukan rakyat jelata atau para pengacau.
? Hendaknya mereka menulis surat atau menyampaikan laporan, meminta agar diadili atau yang lainnya.
✍? Penulisan surat dilakukan oleh orang-orang yang berakal jernih dan cerdas saja.
❌ Tidak ada demonstrasi, orasi, maupun gerakan rakyat. Ini bukan bagian dari agama Allah sama sekali.

3⃣ Nasehatku untuk kaum muslimin secara umum dan salafiyyin secara khusus, adalah nasehat sebagaimana di atas :
• Jangan ikut dalam demonstrasi!
• Jika mau hendaknya menyampaikan pengaduan kepada pemerintah dan memohon agar memberhentikan orang tersebut dari kepemimpinan di propinsi itu, atau mengadilinya.
Dengan cara ini, telah tertunaikan tanggung jawab.
Jika pengaduhan itu dipenuhi, maka alhamdulilah. Jika tidak terpenuhi, maka telah tertunaikan tanggung jawab. Permasalahannya pun selesai sampai di sini.

رابط المادة:
? http://elbukhari.com/wp-content/uploads/2016/11/fawaid_sawtiyah_sh_albukhary_223.mp3
? 1.18 MB

Sumber: http://www.manhajul-anbiya.net

Tanda-Tanda Kebahagiaan dan Kecelakaan

tanda-kebahagiaan-dan-kecel

Al-Imam Ibnul Qayyim -rahimahullah- menyebutkan di antara tanda-tanda kebahagiaan dan keberuntungan.

Sesungguhnya seorang hamba:

?Setiap kali bertambah ilmunya bertambah pula tawadhu’ dan  kasih sayangnya.

?Setiap kali bertambah amalannya bertambah pula rasa takut dan kekhawatirannya (jika amalnya ditolak).

?Setiap kali bertambah umurnya berkurang ketamakannya (terhadap dunia).

?Setiap kali bertambah hartanya bertambah pula kemurahan hati dan kedermawanannya.

?Setiap kali bertambah derajat dan kedudukannya bertambah pula kedekatannya kepada manusia, penunaiannya terhadap kebutuhan-kebutuhan mereka, dan tawadhu’-nya terhadap mereka.

Dan di antara tanda-tanda kecelakaan:

Sesungguhnya seorang hamba:

?Setiap kali bertambah ilmunya bertambah pula kesombongannya.

?Setiap kali bertambah amalannya bertambah pula bangga diri, merendahkan manusia,dan baik sangka terhadap dirinya.

?Setiap kali bertambah umurnya bertambah pula ketamakannya (terhadap dunia).

?Setiap kali bertambah hartanya bertambah pula sifat bakhil dan menahan hartanya.

?Setiap kali bertambah derajat dan kedudukannya bertambah pula kesombongannya.

Dan perkara-perkara ini adalah cobaan dan ujian yang Allah -subhanahu wa ta’la- menguji hamba-hamba-Nya, maka suatu kaum bahagia atau celaka disebabkan perkara-perkara tersebut.

 

———-

Sumber: Kitab al-Fawa’id halaman 138 cetakan Dar al-Ghad al-Jadid

✍Oleh: al-Akh Zakariya.
(Mading Ma’had Minhajus Sunnah Magelang)

Tiga Buah Sungai yang Agung

sungai-berkelok

Imam Ibnul Qoyyim rahimahillah berkata:

Bagi pelaku dosa-dosa itu ada tiga sungai besar yang mereka bisa membersihkan dirinya dengannya di dunia. Karena jika tidak melaksanakan pembersihan diri mereka, akan dimasukkan ke dalam sungai neraka Jahim pada hari kiamat.

1. Sungai Taubat Nashuha
2. Sungai Amal Kebaikan yang bisa menenggelamkan dosa-dosa yang mengelilinginya
3. Sungai Musibah-Musibah yang besar yang menghapuskan dosa-dosa.

Maka jika Allah menghendaki hamba-Nya kebaikan, Dia akan memasukkan dirinya ke salah satu sungai yang tiga ini, sehingga ia akan mendatangi hari kiamat dalam kadaan bagus, bersih dan tidak lagi butuh kepda pembersihan yang keempat. selesai.

 

Sumber :http://forumsalafy.net/tiga-buah-sungai-yang-agung/

Adab Penyampai Ilmu dan Penuntut Ilmu

?Rekaman AUDIO Muhadharah?

? al-Ustadz Abdurrohman Lombok hafizhahullah

?Tema: Adab Penyampai Ilmu dan Penuntut Ilmu

? Sabtu-Ahad, 27-28 Rabi’ul Akhir 1437 H / 6-7 Februari 2016

✅ Tempat: Masjid Kholid bin Walid – Ponpes Minhajus Sunnah
Magelang | www.radiosyiarislam.com

?Channel https://bit.ly/SyiarIslam

#muhadharah #tausiyah #ust_abdurrohman_lombok #salafymagelang
#radio_syiarislam
——————
? Radio Syiar Islam – RII Magelang

 

Keutamaan Ilmu dan Sikap yang Benar di Kala Futur

?Rekaman AUDIO Muhadharah?

? al-Ustadz Abdul Jabbar Wonosari hafizhahullah

?Tema: Keutamaan Ilmu dan Sikap yang Benar di Kala Futur

? Kamis, 25 Rabiul Akhir 1437 H / 4 Februari 2016

✅ Tempat: Masjid Kholid bin Walid – Ponpes Minhajus Sunnah
Magelang | www.radiosyiarislam.com

?Channel https://bit.ly/SyiarIslam

#muhadharah #tausiyah #ust_abdul_jabbar #salafymagelang #radio_syiarislam
——————
Radio Syiar Islam – RII Magelang

Link Download DI SINI

Teror Bom Thamrin Bentuk Nyata Kebodohan dalam Beragama

? Teror bom kembali terjadi di Jakarta, Kamis (14/1/2016) lalu. Mabes Polri menyatakan, insiden yang menarget pos polisi dan cafe di jalan Thamrin itu mengakibatkan 8 orang tewas, termasuk para pelaku teror dan puluhan lainnya luka-luka.

✊? Aksi teror kali ini tergolong nekat. Selain terjadi di siang bolong, para teroris juga secara terang-terangan melakukan aksinya di tengah kerumunan massa. Mereka menembak membabi buta serta melemparkan bom-bom rakitan. Hanya dengan pertolongan Allah-lah, mereka tidak sempat menyelesaikan aksinya melempar bom yang lebih besar setelah dilumpuhkan polisi. 4 orang terduga teroris tewas dengan sebagian di antara mereka meledakkan bom yang dipasang di tubuh mereka. Bom bunuh diri.

✋? Sudah kesekian kalinya, teror demi teror seakan enggan meninggalkan negeri ini. Aksi besar maupun kecil, dengan pelaku dari berbagai jaringan teroris, baik lokal maupun internasional, seperti menemukan habitat yang tepat untuk berkembangbiak di Indonesia. Namun dari sekian banyak jaringan atau organisasi yang membekingi aksi mereka, semuanya bermuara para satu pemahaman, yaitu Khawarij. Sekte kuno yang menyimpang dari ajaran Islam untuk pertama kalinya yang memiliki keyakinan takfir, yaitu mengkafirkan sesama muslim.

?? Seperti yang kita ketahui bersama, mayoritas para pelaku teror itu, baik yang tewas maupun yang tertangkap aparat, mayoritasnya adalah dari kalangan muda. Generasi yang begitu bersemangat dalam membela Islam, namun lemah dalam menuntut ilmu syar’i. Generasi yang begitu kritis dalam melihat kemungkaran-kemungkaran di masyarakat namun tidak dibarengi dengan upaya mencari bimbingan para ulama.

? Memang, kita tidak dapat menutup mata, bahwa di masyarakat kita kemungkaran menyebarluas. Minum khamr, zina, mencuri, riba dan berbagai dosa besar lainnya tersebar luas di masyarakat. Bahkan sebagiannya dilakukan secara terang-terangan. Namun perilaku masyarakat tersebut tidaklah kemungkinan membuat darah mereka halal untuk ditumpahkan. Tidak berarti mereka boleh dibunuh dengan sebab dosa besar yang mereka lakukan.

? Ketika munculnya kelompok khawarij di masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan radhiyallahu anhu, mereka juga menyebarkan isu-isu penyimpangan yang terjadi dalam jajaran birokrasi pada waktu itu. Hingga massa terprovokasi dan berakhir dengan tertumpahnya darah Utsman bin Affan. Begitu pula dengan Khalifah Ali bin Abi Thalib. Yang menjadi titik perhatian kita adalah, jika pemerintahan khalifah sekelas Utsman bin Affan maupun Ali bin Abi Thalib saja mereka berani menumpahkan darah muslimin, lalu bagaimana halnya dengan pemerintahan di masa kita?

?? Khawarij, ISIS, Al Qaeda, Jaringan Santoso, Jaringan Imam Samudra atau apapun namanya, yang tewas dalam aksinya, mereka adalah sejelek-jelek mayat yang ada di kolong langit. Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, menyebutkan mereka adalah orang-orang yang paling besar kejelekannya bagi kaum muslimin. Bahkan melabeli mereka dengan sebutan yang mengerikan, yaitu anjing-anjing neraka, seperti yang beliau dengar dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

⚠️ Al Imam Wahb bin Munabbih mewanti-wanti para pemuda untuk mewaspai kaum Harura’ (Khawarij) karena mereka memiliki ideologi yang menyimpang dan mereka adalah orang terjelek dari umat ini. Sementara Al Imam al-Ajurri menyatakan, Khawarij adalah orang-orang jelek, najis, dan kotor. Orang yang berjalan di atas paham Khawarij saling mewariskan paham tersebut baik dulu maupun sekarang.

??? Mereka, para khawarij meyakini aksi teror yang mereka lakukan adalah jihad syar’i padahal salah besar. Teror bukan jihad sedikitpun, apalagi syar’i. Adakah seorang saja ulama yang dikenal kokoh ilmunya yang bersama mereka? Tidak ada. Yang ada hanyalah orator-orator ulung yang pandai membakar emosi para pemuda.

✊? Lalu apa yang semestinya dilakukan oleh para pemuda Islam? Thalabul ilmi, kembali kepada bimbingan para ulama, dan waspadai gerakan-gerakan atau kajian-kajian rahasia yang berisi hasutan untuk menjatuhkan pemerintah, mengkafirkan kaum muslimin dan memberontak terhadap pemerintah muslim. Karena itu propaganda kaum Khawarij sejak dahulu, yaitu memberontak terhadap pemerintah dan menghalalkan pembunuhan kaum muslimin.

?.. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menegaskan, tidak ada satu pun yang lebih jahat terhadap kaum muslimin dibanding mereka, tidak Yahudi tidak pula Nashara. Sungguh, mereka sangat serius untuk membunuh setiap muslim yang tidak sependapat dengan mereka, menghalalkan darah dan harta muslimin, membunuh anak-anak kaum muslimin yang mereka vonis sebagai kafir. Khawarij beragama seperti itu, akibat besarnya kejahilan mereka dan kebid’ahan mereka yang menyesatkan. Oleh karena itu, tidak berlebihan kiranya bila kita katakan, bahwa teror-teror yang terjadi sejak dahulu hingga saat ini, adalah bentuk nyata dari kebodohan dalam memahami agama Islam. fs

Sumber : http://serambiharamain.com/teror-bom-thamrin-bentuk-nyata-kebodohan-dalam-beragama/