61 Tahun Kerja Sama Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi

Patut kita syukuri, Indonesia adalah negara maritim di Asia Tenggara yang memiliki banyak pulau. Bangsa Indonesia sendiri adalah bangsa yang dinamis, multietnis, tetapi memiliki karakter dasar yang cinta damai, gotong royong, dan menjunjung tinggi cita-cita kemerdekaan bagi seluruh bangsa di muka bumi.

Dengan demikian, potensi  sumber daya manusia yang baik dan perkembangan hubungan sosial masyarakat  serta peta pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tataran tertentu di masa kini dan yang akan datang tentunya juga akan dipengaruhi oleh rasa cinta damai dan kebersamaan dalam membangun,  yang merupakan karakter dasar masyarakat Indonesia senang bersahabat dengan bangsa lainnya.  Sejarah pun telah mencatat dengan tinta emas tentang Indonesia dan persahabatannya dengan negara-negara yang cinta damai hingga kini.

Hubungan Indonesia dan Arab Saudi akan memasuki babak baru

Hubungan Indonesia dan Arab Saudi akan memasuki babak baru setelah 61 tahun kerja sama kedua negara. Berbagai kerja sama telah dilalui, terutama di bidang pendidikan, keagamaan, dan ekonomi. Bahkan, pada 2017 ini, kunjungan resmi kenegaraan yang dilakukan Raja Salman ke Indonesia akan diiringi oleh rombongan besar anggota parlemen antara 800-900 personel. Kunjungan yang dijadwalkan pada 1-9 Maret 2017, insya Allah akan disambut Presiden Joko Widodo dengan penuh kehangatan guna meningkatkan hubungan baik dan kerja sama antara kedua negara.

Kedutaan Besar Arab Saudi menyatakan, maksud kedatangan Raja Salman pada 1-9 Maret 2017 adalah memenuhi undangan Presiden Jokowi. Ini merupakan kunjungan balasan setelah Presiden Jokowi mengunjungi Raja Salman pada 2015.

Pada 2015 yang lalu Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Musthafa Ibrahim Al-Mubarak, mengatakan, “Khusus untuk kerja sama pendidikan, setiap tahun Pemerintah Arab Saudi memberikan beasiswa kepada mahasiswa Indonesia untuk kuliah di Arab Saudi, mulai dari level S1 hingga jenjang S2 dan S3. Setiap tahun diberikan 200 beasiswa kepada mahasiswa Indonesia di Universitas Islam Madinah, dan 250 mahasiswa Indonesia di berbagai disiplin ilmu di seluruh universitas dan jurusan, kecuali kedokteran.”

Setelah 61 tahun, kini Arab Saudi dan Indonesia menjalani kemesraan yang indah dalam kerja sama yang sangat baik itu. Tentu saja pola kebijakan dan kerja sama diharapkan akan semakin meningkat dan konsisten. Bangsa Indonesia yang memiliki populasi umat Islam terbesar di dunia saat ini sangat berkepentingan untuk menjalan ibadah haji setiap tahun dan ibadah umrah, sebagai pengejawantahan murni dari nilai-nilai keislaman dan keimanan yang baik pula. Manajemen dan pengelolaan prosesi ibadah haji yang terlaksana dengan penuh hikmat, kepercayaan yang tinggi, dan rasa aman yang terpelihara dengan baik, di antara sebabnya -setelah pertolongan dan taufik dari Allah- adalah baiknya pengelolaan keamanan dari raja-raja Saudi terdahulu hingga kini saat Raja Salman berkuasa.

Hubungan kedua negara telah berlangsung sangat lama dan memiliki nilai sejarah yang apik dimulai sejak 61 tahun yang lalu. Hal itu tidak bisa lepas dari ikatan emosional yang kuat dan peran agama Islam yang melekat dalam prinsip dasar ukhuwah Islamiah antara bangsa Indonesia dan bangsa Arab dalam peran sertanya membangun masyarakat dunia yang beradab. Pada 1924, pendiri Kerajaan Arab Saudi, Raja Abdul Aziz ibnu Muhammad ibnu Al-Saud, mengirim utusan untuk mencari tahu tentang kondisi Indonesia – yang saat itu belum merdeka—kemudian mengunjungi saudara-saudaranya di Indonesia.

Setelah berita proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 1945, Raja Abdul Aziz Al-Saud menyatakan kegembiraannya. Bahkan, beliau mengumumkannya pada saat musim haji ke masyarakat internasional yang hadir saat itu (haji). “Kita salah satu negara pertama yang buka kedutaannya di Indonesia,” ungkap King Abdul Aziz pada saat itu, kemudian pada 1948 Pemerintah Arab Saudi membuka perwakilan khusus di Jakarta. Pada 1955 Kerajaan Arab Saudi membuka kedutaan resmi di Jakarta, dan Indonesia saat itu juga membuka kedutaannya di Arab Saudi.

*) ditulis ulang dari berbagai sumber oleh amh

sumber: http://serambiharamain.com/61-tahun-kerja-sama-indonesia-dan-kerajaan-arab-saudi/

Hukum Mengucapkan Selamat Tahun Baru

fireworks-city-newsletter

Pertanyaan : Apa hukumnya mengucapkan selamat tahun baru, sebagaimana yang banyak dilakukan oleh umat, seperti saling mengucapkan : كُلَّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ (setiap tahun engkau senantiasa berada dalam kebaikan) atau ucapan-ucapan semisal?

Asy-Syaikh Muhammad bin Shâlih Al-‘Utsaimîn rahimahullahmenjawab :

Ucapan selamat tahun baru bukanlah perkara yang dikenal di kalangan para ‘ulama salaf. Oleh karena itu lebih baik ditinggalkan. Namun kalau seseorang mengucapkan selamat karena pada tahun yang sebelumnya ia telah menggunakannya dalam ketaatan kepada Allah, ia mengucapkan selamat karena umurnya yang ia gunakan untuk ketaatan kepada Allah, maka yang demikian tidak mengapa. Karena sebaik-baik manusia adalah barangsiapa yang panjang umurnya dan baik amalannya.

Namun perlu diingat, ucapan selamat ini hanyalah dilakukan pada penghujung tahun hijriyyah. Adapun penghujung tahun miladiyyah (masehi) maka tidak boleh mengucapkan selamat padanya, karena itu bukan tahun yang syar’i. Bahkan kaum kafir biasa mengucapkan selamat pada hari-hari besar mereka.

Seseorang akan berada pada bahaya besar jika ia mengucapkan selamat pada hari-hari besar orang-orang kafir. Karena ucapan selamat untuk hari-hari besar orang-orang kafir merupakan bentuk ridha terhadap mereka bahkan lebih. Ridha terhadap hari-hari besar orang-orang kafir bisa mengeluarkan seorang muslim dari agama Islam, sebagaimana dijelaskan oleh Al-Imâm Ibnul Qayyim dalam kitab Ahkâm Ahlidz Dzimmah (Hukum-hukum tentang Kafir Dzimmi).

Kesimpulannya : Ucapan selamat untuk tahun baru hijriyyah lebih baik ditinggalkan tanpa diragukan lagi, karena itu bukan kebiasaan para ‘ulama salaf. Namun kalau ada seseorang yang mengucapkannya maka ia tidak berdosa.

Adapun ucapan selamat untuk tahun baru miladiyyah (masehi) maka tidak boleh.

[dari Liqâ`âtil Bâbil Maftûh ]

Sumber: http://mahad-assalafy.com/2016/12/31/hukum-mengucapkan-selamat-tahun-baru/

Awas Kuda Troya Pengacau Negeri

annuur

Terus waspadai penyusup. Mereka senantiasa beraksi. Tiba di sebuah daratan. Tanah pijakan muslim tersubur di dunia. Coba menghancurkan lawan, lewat kawan. Membuat gaduh, tanpa perlu berpeluh.

Mereka para penunggang yang lihai. Bukan memegang tali kekang kuda. Namun membentangkan siasat adu domba. Tengok kisah sejarah. Begitu gamblang perpecahan terjadi di negeri Teuku Umar.

Sejak masa kolonial hingga android terjual. Penyusup memang berwatak culas. Kerja keras membenturkan rakyat lewat pintu kelas. Jurang perbedaan dibuat makin menganga. Semangat huru-hara diembuskan. Kekacauan adalah harapan. Rasa persatuan (al jamaah)dibenamkan. Hingga terlupakan.

Nusantara tempo dulu. Di kepulauan ini pernah berdiri kerajaan Islam besar. Di antaranya Samudera Pasai, Banten, Cirebon, Mataram, Demak, Makassar, dan Ternate-Tidore. Beberapa dari kerajaan tersebut bubar. Pecah istana. Dua-tiga kubu berebut kuasa. Ulah tipu daya penyusup yang merobek tatanan pemerintahan.

Kuda troya bermain. Politik “belah bambu” digulirkan. Devide et impera. Menyerang benteng pertahanan lawan, tanpa peran di lapangan. Ini pula yang disoroti Al Ustad Muhammad bin Umar As Sewed hafizhahullah, saat menjadi pemateri acara Kajian Islam Ilmiah ahlussunnah wal jamaah di Masjid Agung An-Nuur, Magelang, Ahad lalu (4 Rabi’ul Awwal 1438 H / 4 Desember 2016).

mudharah-ust-muhammad
Pamflet Muhadharah Bahaya Radikalisme & Komunisme Bagi NKRI

Ustadz Muhammad As Sewed mengungkapkan Indonesia merupakan negara besar berpenduduk mayoritas muslim. Kekayaan alam negeri ini melimpah. Tidak aneh, Indonesia kemudian dibidik banyak negara kafir untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

“Mereka ingin mengatur, mencaplok kekayaan yang ada di negeri kita. Mereka punya cara, punya jalan. Di antaranya menunggangi kelompok ekstrem, yang melampaui batas. Apa ekstrem kiri, atau ekstrem kanan,” katanya di hadapan masyarakat Magelang dan undangan pejabat setempat.

Ustad Muhammad As Sewed mencontohkan individu yang belajar agama kebablasan, paling mudah dijadikan kuda troya. Diarahkan memecah belah kaum muslimin. Tidak terkecuali paham komunisme yang antiagama. Lewat Partai Komunis Indonesia (PKI). Ini kendaraan yang memudahkan musuh-musuh Islam untuk menghancurkan negeri. “Sehingga tepat para pemecah belah yang kerap membuat kekacauan disebut GPK (Gerakan Pengacau Keamanan),” ujar pengasuh Pontren Dhiya’us Sunnah, Cirebon.

Beliau menjelaskan bila agama Islam mengajarkan kebersamaan atau al jamaah. Merujuk surat Ar Rum ayat 31-32: Jangan kalian seperti musyrikin. (yaitu) orang-orang yang memecah belah agama mereka sedangkan mereka berkelompok-kelompok. Setiap kelompok bangga dengan apa yang ada pada mereka.

“Umat terdahulu saling bunuh, saling bantai, saling berperang. Zaman jahiliah tidak ada agama (yang lurus). Ada banyak Tuhan. Terjadi kekacauan. Masing-masing bangga dengan apa yang mereka yang punya. Artinya (perpecahan) itu kebiasaan jahiliah,” paparnya.

Ustad Muhammad As Sewed menegaskan kaum muslimin adalah masyarakat terpimpin. Tidak liar. Tidak seperti masyarakat jahiliah. “Siapa yang kuat, dia yang menang,” ucapnya seraya menyebutkan masyarakat jahiliah tidak punya aturan. Tidak punya pemimpin.

Menurut beliau, perpecahan meliputi agama dan negara. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam yang mengingatkan umatnya: Atas kalian untuk tetap bersama al jamaah, dan hati-hati dari perpecahan. Sesungguhnya setan bersama orang yang sendirian, sedangkan dari orang yang berdua dia lebih jauh. Siapa ingin tengah-tengahnya (yang terbaiknya) surga, maka hendaklah tetap bersama jamaah.

 “Setelah umat ini diberi nikmat Alqur’an, dan diberi nikmat seorang rasul, gaya hidup masyarakat berubah. Kaum muslimin selalu hidup dibawah kepemimpinan penguasa muslim,” tutur redaktur ahli majalah Asy Syariah itu.

spanduk-bahaya-radikalisme
Spanduk “Bahaya Radikalisme & Komunisme Bagi NKRI”

 

Ustad Muhammad As Sewed menerangkan al jamaah punya dua makna. Pertama, aku (nabi shallallahu’alahi wasallam) dan sahabatku. Hendaklah kita berupaya mengikuti jejak mereka. Berpegang dengan pegangan mereka. Kedua, kaum muslimin dan penguasa. Sebagaimana hadits yang dikeluarkan Imam Ahmad dan Imam Muslim dalam sahihnya: Siapa yang keluar dari ketaatan kepada  penguasa dan berpisah dari jamaah, maka dia mati dengan mati jahiliah.

 Ulama besar mazhab Syafii, Imam Nawawi menyebutkan, mati jahiliah bermakna mati dalam keadaan bermaksiat. Tidak berpegang dengan sunnah. Melepaskan diri dari penguasa, maka seperti kaum jahiliah yang tidak punya pemimpin.

Alhamdulillah, agama ini tidak mengajarkan keliaran. Namun menjadi masyarakat yang terpimpin. Taat pada penguasa. Sabar terhadap penguasa. Tidak memisahkan diri dari penguasa,” jelasnya.

Turut hadir pada kajian tersebut Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Magelang, Endra Endah Wacana. Beliau  membacakan sambutan tertulis Bupati Magelang, Zainal Arifin SIP, yang berhalangan hadir.

Bupati menyatakan komunisme adalah ancaman serius bagi negara. Sementara radikalisme berbahaya bagi kondusifitas daerah. Bentuk komunisme di Indonesia, dengan kemunculan parpol berbau komunis. Tersebarnya logo palu arit di beberapa tempat.

“Masyarakat harus pintar memilah penyebaran informasi yang dilakukan aktivis komunis. Perlu kewaspadaan sejak dini. Seperti pesan Presiden Jokowi ke Kapolri, menyikapi hal demikian harus pakai pendekatan hukum. Larangan untuk PKI dan ajaran komunisme merujuk kepada TAP MPRS No 25/1966,” paparnya seraya berharap agar ulama terus membimbing umat demi kondusifitas wilayah.

baliho-bahaya-komunis
Baliho “Bahaya Radikalisme & Komunisme Bagi NKRI” di depan Masjid Agung An-Nuur Magelang

Komandan Unit Intel Kodim 0705 Magelang, Lettu Tulus Widodo mengingatkan, harus selalu waspada terhadap komunisme dan radikalisme. Sebab berpotensi mengganggu keamanan negara. Pihaknya mengaku bangga pada Pondok Minhajus Sunnah Magelang, karena berperan aktif menangkal perkembangan paham radikalisme dan komunisme.

“Aparat keamanan tidak akan tinggal diam. Jika gerakan komunisme gaya baru dan radikalisme terus berkembang. Namun tanpa bantuan ulama, akan sulit mendeteksi sejak dini. Kita harus antisipasi radikal kiri dan radikal kanan,” ucapnya.

Alhamdulillah, kajian berjalan lancar dan aman. Semua bahagia dan gembira. Tampak kebersamaan antara ulama dan umaro (penguasa). Ustad Muhammad As Sewed mengungkapkan pertemuan tersebut merupakan kesempatan yang baik. Membahas perkara penting. Terkait kebersamaan bangsa Indonesia yang mayoritas rakyatnya muslimin. “Nikmat ini harus dijaga, disyukuri. Jangan sampai hilang dan hancur,” pesan ustad yang pernah menimba ilmu dari ulama Saudi Arabia, Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah. (muhammad rona)

SIMAK AUDIONYA:

Download Audio DI SINI (klik kanan – simpan sebagai….)

Sumber: http://blog.antikomunisme.com/kuda-troya-pengacau-negeri/

Pentingnya Tarbiyah Anak di Usia Emas (Audio)

quran

?Rekaman AUDIO Muhadharah Magelang

?Ust. Muhammad Umar As sewed hafizhahullah

Tema: Pentingnya tarbiyah anak diusia emas

? Ahad 4 Rabiul Awal 1438 H,4 Desember 2016

✅ Tempat: Masjid kholid bin Walid Ponpes Minhajussunnah Magelang | www.radiosyiarislam.com

? Channel https://bit.ly/SyiarIslam

Audio Mp3:

Link Download DI SINI (Klik Kanan > Simpan Sebagai…)

Demonstrasi Termasuk Perkara Bid’ah

kawat-berduri

Menjawab pertanyaan yang ditujukan kepada yang mulia Al-Allaamah Zaid bin Muhammad Al-Madkhali rahimahullah tentang masalah demonstrasi yang terjadi di negeri-negeri islam, dan anggapan bolehnya demo oleh sebagian orang, khususnya jika demonya itu damai tanpa membawa senjata. Maka beliau rahimahullah berkata:

“Demonstrasi termasuk perkara yang baru dalam agama, dan setiap perkara yang baru dalam agama itu adalah bidah dan setiap bidah itu sesat dan setiap kesesatan itu di neraka. Yang demikian itu karena syariat Allah itu telah sempurna, kitab dan sunnah. Dan kita tidak mengetahui sedikitpun dari dalil al-kitab dan as-sunnah yang membolehkan sekelompok manusia untuk berkumpul lalu melakukan demontrasi yang terdapat di dalamnya pengacauan terhadap manusia menghabiskan waktu dan lebih parah dari itu adalah ditinggalkan shalat-shalat, terjadi di dalamnya pembunuhan. Maka seandainya dalam satu demo terbunuh satu orang muslim, yang menanggung dosanya adalah orang yang mengajak melakukan demo-demo tersebut. Sama saja, apakah seorang pribadi, sekelompok masyarakat ataupun komunitas. Dan dalam sebuah hadits yang shahih disebutkan:

“Sungguh hilangnya dunia ini lebih ringan di sisi Allah daripada pembunuhan terhadap seorang muslim. (HR. Sunan An-Nasaa’i, bab Ta’zhiimu Ad-dami 7-87 dan At-Tirmidzi dalam bab Maa jaa’a ‘an Tasydiid qatlil mukmin, 4-16)

Maka betapa banyak terbunuh nyawa-nyawa di dalam demontrasi-demontrasi? Dengan disaksikan oleh akal, dalil naqli, adat, perasaan indrawi dan kenyataan yang disaksikan. Maka diada-adakannya demontrasi hanyalah bidah yang sesat, menyeru kepadanya syaithon, nafsu yang mengajak pada kejelekkan dan hawa. Dan tidaklah berkumpul musuh-musuh ini pada suatu perkara kecuali akan hancurlah agama dan dunia, sebagaimana sudah diketahui dalam demo-demo ini. Dan buah dari demontrasi-demontrasi semuanya adalah pembunuhan, kehancuran, menyia-nyiakan harta dan waktu mencemaskan orang-orang yang aman. Dan betapa banyak kejelekkan di dalamnya.

Cukuplah demo itu tergolong keburukkan tatkala demo tidak pernah dikerjakan di zaman para Rasul yang mulia, para nabi yang agung, yang mana mereka telah dicoba dan disakiti oleh kaumnya. Dan berimanlah kepada mereka orang-orang yang beriman, dalam keadaan mereka tidak mengenal demontrasi dan tidak melakukan peledakkan dan pembunuhan, bahkan islam melarang dari semua.

Dan mereka- mereka yang mengajak demo itu dan berpendapat  kalau padanya ada keselamatan telah salah jalan dan keliru jalan dan sebaiknya mereka kembali kepada kebenaran, mengatasi problema-problema dengan Al-kitab dan As-Sunnah dengan pemahaman para ulama yang kokoh dalam keilmuannya. Maka barang siapa yg mengajak manusia kepada kekacauan ini, maka dia telah menyebabkan kerusakan negeri dan para hamba. Dan apa yang telah terjadi dahulu dan sekarang itu menjadi saksi akan hal itu.

Maka saya mengingatkan para penuntut ilmu, hendaknya mereka tidak memperdulikan pendapat yg membolehkan demontrasi damai, sebagaimana yg mereka katakan! Mereka membuat pembagian ini dengan tanpa dalil, bahwasanya (demo) itu boleh! Tanpa dalil yg dijadikan sandaran, tidak dari Al-Kitab tidak pula dari As-Sunnah tidak  dari perbuatan Rasul, tidak dari para sahabat yang mulia, tidak pula dari para imam, sebagaimana yg telah lalu. Sebagaimana selain diriku telah menulis, dan cukuplah dengan tulisan Hai’ah Kibaarul Ulama sebagai penjelasan dan keterangan bagi orang yang menginginkan kebenaran dan berkumpul diatas itu:  Sesungguhnya demontrasi yg dengan tatacara yang telah kita ketahui itu batil, bahwasanya hal itu tidak memiliki dasar syariat, bahwasanya hal itu mengantarkan kepada kerusakan para hamba dan negeri. Dan ini adalah pendapat yg benar yang telah ditanda tangani oleh lebih dari dua puluh orang alim, bahkan seluruh ulama yang terpandang menyerukan kepada manusia,  kalau demontrasi itu adalah sebuah jalan, bukan jalan kebaikan dan perbaikan

Dan sesungguhnya jalan yang selamat adalah dengan menasihati orang yang memegang urusan kekuasaan wilayah di bumi ini jika memang dia bersalah, diseru dengan cara yang tepat sesuai tingkatan yang ia ada padanya, tanpa menimbulkan kekacauan seperti ini  yang bisa melenyapkan jiwa, membuat takut orang-orang yang aman, dan terjadi di dalamnya apa yang sudah disaksikan manusia di zaman ini dan sebelumnya. Wallahu a’lam.

Yang mulia As-syaikh Al-Faqih Al-Allamah Zaid bin Muhammad Al-Madkhali rahimahullah Al-Al-afnaan watauhiid Ibni Khuzaimah wa hadits an al-muzhaharah, 4-4-1432 H.

***

Sumber: http://www.sahab.net/home/?p=1397

http://forumsalafy.net/

Alih bahasa: Ustadz Abu Hafs Umar al-Atsary hafizhahullah

Nasehat untuk Kaum Muslimin Indonesia Terkait Demonstrasi 4 November 2016 di Jakarta

kepal-demo

? asy-Syaikh DR. ‘Abdullah bin ‘Abdurrahim al-Bukhari hafizhahullah

? Tanya :
? “Hari ini (kemarin, Jum’at 4/10/2016, pen) di Ibu kota Indonesia, Jakarta diadakan demonstrasi besar-besar.
Demonstrasi tersebut menuntut diadilnya Gubernur Jakarta, seorang yang beragama kristen, yang telah melecehkan ayat al-Quran dan para da’i!

Tak tersembunyi bagi Anda, akibat dari demonstrasi, yaitu berbagai kerusakan dan kejelekan, meskipun mereka menyebutnya sebagai aksi damai.

?? Sebagaimana diketahui bahwa yang turut serta dalam demonstrasi tersebut adalah dari berbagai kelompok, seperti shufiyyah, ikhwaniyyah, dan khawarij, serta para politikus, dll.

? Pertanyaan :
1. Bolehkah bagi kaum muslimin untuk ikut serta dalam demonstrasi tersebut?
2. Apa cara terbaik yang Anda nasehatkan untuk kaum muslimin demi mengganti gubernur tersebut?
3. Apa nasehat dan arahan Anda untuk kaum muslimin secara umum dan salafiyyin secara khusus terkait kejadian ini?

? Jawab :

1⃣ Pertanyaan pertama “Bolehkah bagi kaum muslimin untuk ikut serta dalam demonstrasi tersebut?”
Tidak boleh. Demonstrasi bukan bagian dari Syari’at Islam. Sebagaimana telah kami jelaskan berulang-kali. Bahkan kalaupun pemimpin suatu negeri, dan dia muslim, membolehkan dan mengizinkan demonstrasi, maka tidak ada ketaatan kepadanya dalam masalah ini. Karena tidak dibenarkan baginya mengizinkan perbuatan seperti ini. Tidak ada kewajiban mendengar dan taat kecuali dalam hal yang ma’ruf (kebaikan). “Hanyalah ketaatan itu dalam hal yang ma’ruf (kebaikan)”
❌ Sedangkan demonstrasi ini bukan termasuk perkara yang ma’ruf. Sebagaimana sudah kami jelaskan berulang kali. Ini jawaban pertama.

2⃣▪️ Cara terbaik yang kami nasehat kaum muslimin dengannya dalam upaya mengganti gubernur tersebut, adalah menulis surat ditujukan kepada pemimpin negeri. Yang menulisnya adalah orang-orang yang berakal jernih dan tokoh terpandang, bukan rakyat jelata atau para pengacau.
? Hendaknya mereka menulis surat atau menyampaikan laporan, meminta agar diadili atau yang lainnya.
✍? Penulisan surat dilakukan oleh orang-orang yang berakal jernih dan cerdas saja.
❌ Tidak ada demonstrasi, orasi, maupun gerakan rakyat. Ini bukan bagian dari agama Allah sama sekali.

3⃣ Nasehatku untuk kaum muslimin secara umum dan salafiyyin secara khusus, adalah nasehat sebagaimana di atas :
• Jangan ikut dalam demonstrasi!
• Jika mau hendaknya menyampaikan pengaduan kepada pemerintah dan memohon agar memberhentikan orang tersebut dari kepemimpinan di propinsi itu, atau mengadilinya.
Dengan cara ini, telah tertunaikan tanggung jawab.
Jika pengaduhan itu dipenuhi, maka alhamdulilah. Jika tidak terpenuhi, maka telah tertunaikan tanggung jawab. Permasalahannya pun selesai sampai di sini.

رابط المادة:
? http://elbukhari.com/wp-content/uploads/2016/11/fawaid_sawtiyah_sh_albukhary_223.mp3
? 1.18 MB

Sumber: http://www.manhajul-anbiya.net

Tanda-Tanda Kebahagiaan dan Kecelakaan

tanda-kebahagiaan-dan-kecel

Al-Imam Ibnul Qayyim -rahimahullah- menyebutkan di antara tanda-tanda kebahagiaan dan keberuntungan.

Sesungguhnya seorang hamba:

?Setiap kali bertambah ilmunya bertambah pula tawadhu’ dan  kasih sayangnya.

?Setiap kali bertambah amalannya bertambah pula rasa takut dan kekhawatirannya (jika amalnya ditolak).

?Setiap kali bertambah umurnya berkurang ketamakannya (terhadap dunia).

?Setiap kali bertambah hartanya bertambah pula kemurahan hati dan kedermawanannya.

?Setiap kali bertambah derajat dan kedudukannya bertambah pula kedekatannya kepada manusia, penunaiannya terhadap kebutuhan-kebutuhan mereka, dan tawadhu’-nya terhadap mereka.

Dan di antara tanda-tanda kecelakaan:

Sesungguhnya seorang hamba:

?Setiap kali bertambah ilmunya bertambah pula kesombongannya.

?Setiap kali bertambah amalannya bertambah pula bangga diri, merendahkan manusia,dan baik sangka terhadap dirinya.

?Setiap kali bertambah umurnya bertambah pula ketamakannya (terhadap dunia).

?Setiap kali bertambah hartanya bertambah pula sifat bakhil dan menahan hartanya.

?Setiap kali bertambah derajat dan kedudukannya bertambah pula kesombongannya.

Dan perkara-perkara ini adalah cobaan dan ujian yang Allah -subhanahu wa ta’la- menguji hamba-hamba-Nya, maka suatu kaum bahagia atau celaka disebabkan perkara-perkara tersebut.

 

———-

Sumber: Kitab al-Fawa’id halaman 138 cetakan Dar al-Ghad al-Jadid

✍Oleh: al-Akh Zakariya.
(Mading Ma’had Minhajus Sunnah Magelang)

Bantahan Atas Kemungkaran Syi’ah di hari Asyura’

blood-005

Ketahuilah para pembaca yang budiman, diantara keyakinan syi’ah yang mungkar adalah:

Syi’ah meyakini bahwa bulan Muharram terkhusus tanggal 10 Muharram merupakan hari berkabung dan kesedihan. Bahkan sebagian mereka menganggap bayi yang lahir di bulan tersebut adalah orang-orang yang buruk perangainya.

Setiap tanggal 10 Muharram, kelompok yang mengaku-ngaku cinta ahlul bait (keluarga Nabi shallallahualaihi wasallam) itu melaksanakan acara rutin mereka dalam rangka mengenang hari terbunuhnya Husain bi Ali radhiyallahu anhuma yang biasa disebut dengan Al Husainiyah.

Pada hari itu mereka mengadakan pawai besar-besaran di jalan-jalan menuju Al-Huseiniyah. Dalam acara itu, mereka menyuguhkan makanan-makanan yang sengaja dimasak tidak enak; gosong, keasinan bahkan makanan-makanan yang sengaja diberi cuka.

Peserta pawai hanya mengenakan celana atau sarung saja sedangkan badannya terbuka. Selama pawai, mereka memukul-mukul dada dan punggungnya dengan tangan atau rantai besi sehingga meninggalkan bekas (luka memar) yang mencolok. Lanjutkan membaca “Bantahan Atas Kemungkaran Syi’ah di hari Asyura’”

Adab Penyampai Ilmu dan Penuntut Ilmu

?Rekaman AUDIO Muhadharah?

? al-Ustadz Abdurrohman Lombok hafizhahullah

?Tema: Adab Penyampai Ilmu dan Penuntut Ilmu

? Sabtu-Ahad, 27-28 Rabi’ul Akhir 1437 H / 6-7 Februari 2016

✅ Tempat: Masjid Kholid bin Walid – Ponpes Minhajus Sunnah
Magelang | www.radiosyiarislam.com

?Channel https://bit.ly/SyiarIslam

#muhadharah #tausiyah #ust_abdurrohman_lombok #salafymagelang
#radio_syiarislam
——————
? Radio Syiar Islam – RII Magelang

 

Keutamaan Ilmu dan Sikap yang Benar di Kala Futur

?Rekaman AUDIO Muhadharah?

? al-Ustadz Abdul Jabbar Wonosari hafizhahullah

?Tema: Keutamaan Ilmu dan Sikap yang Benar di Kala Futur

? Kamis, 25 Rabiul Akhir 1437 H / 4 Februari 2016

✅ Tempat: Masjid Kholid bin Walid – Ponpes Minhajus Sunnah
Magelang | www.radiosyiarislam.com

?Channel https://bit.ly/SyiarIslam

#muhadharah #tausiyah #ust_abdul_jabbar #salafymagelang #radio_syiarislam
——————
Radio Syiar Islam – RII Magelang

Link Download DI SINI

Dahsyatnya Fitnah Dajjal (Khutbah Jumat)

?Rekaman AUDIO Khutbah Jumat?

?Khotib: Ust. Abu Hamzah Kaswa hafizhahullah

? Tema: Dahsyatnya Fitnah Dajjal

? Jumat, 26 rabiul Akhir 1437 H / 5 Januari 2016

✅ Tempat: Masjid Kholid bin Walid – Ponpes Minhajus Sunnah
Magelang | www.radiosyiarislam.com

?Channel https://bit.ly/SyiarIslam

——————
?? Radio Syiar Islam – RII Magelang

link Donwload DI SINI

Persiapkan Bekal Akhiratmu Sebelum Ajal Menjemput (Khutbah Jumat)

?Rekaman AUDIO Khutbah Jumat?

?Khotib: Ust. Abu Ya’la hafizhahullah

? Tema: Persiapkan Bekal Akhiratmu, Sebelum Ajal Menjemput!

? Jumat, 19 rabiul Akhir 1437 H / 29 Januari 2016

✅ Tempat: Masjid Kholid bin Walid – Ponpes Minhajus Sunnah Magelang | www.radiosyiarislam.com

?Channel https://bit.ly/SyiarIslam

#khutbahjumat #ust_abu_yala #salafymagelang